Solo, INDONEWS.ID - Bertepaan dengan peringatan hari Ibu yang jatuh pada bulan Desember. Para Organ Relawan Jokowi bersilaturahmi dengan ibu bersahaja beliau adalah ibu Sudjiatmi Notomiharjo ibunda bapak Presiden H. Joko Widodo pada tanggal 23 Desember 2018 di Kediaman Kampung Sumber, kota Solo.
Juru bicara para organ relawan yang terdiri dari GK CENTER,GK JO Solo Raya, GK Ladies Yogyakarta, GKB dan GWJ adalah Francisca Sestri menuturkan kepada ibu Noto, ada alasan mendasar mengapa para organ ini tetap mendukung pak Jokowi sebagai Calon presiden 2019 -2024 antara lain : pertama komitmen pemerintah memberantas korupsi dan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.
Kedua pembangunan sarana prasarana infrastruktur secara menyeluruh tidak hanya di P. Jawa, dan ketiga pembangunan manusia agar berbudaya dengan mengedepankan kebhinekaan, serta layanan identitas diri seperti Akta lahir, eKTP ditangani dengan serius sebagai hak Warga Negara.
Menurut Haryo Tienmar Ketua Umum GKB (Gerakan Kerukunan Bangsa) mendukung pak Jokowi sejak pilgub DKI tahun 2012, menyikapi hoaks, berita bohong, adu domba terhadap pemerintah tidak bisa dibiarkan harus turun lapangan seperti bertemu para pedagang eceran, ibu ibu arisan tingkat RT mengedukasi mereka, juga tentang pentingnya mengurus DPT untuk syarat ikut pemilu April 2019.
August Pramono Ketua GWJ (Gerakan Wadyobolo Jokowi) mengatakan organ kami didirikan oleh almarhum Sys NS, seorang aktor film dan politisi terkenal berkomitmen mendukung pak Jokowi untuk mendukung dan memenangkan pasangan Jokowi- Ma'ruf maka langkah- langkah yang sudah dan akan dilakukan menggalang kaum milenial sosialisasi program- program Nawacita untuk masyarakat dengan bahasa mereka.
Ketua GK JO (Galang Kemajuan Jokowi) Solo Raya Darmaji yang juga teman sekolah pak Jokowi di SMAN 6 Solo menuturkan bahwa presiden sejak sekolah memiliki kejujuran dan komitmen tinggi, sebagai contoh ia tidak mau di conteki saat ujian, namun apa bila para sahabat kesulitan mata pelajaran tertentu, ia berkomitmen rela mengajari sampai teman-temannya tadi bisa.
Setelah mendengarkan paparan para relawan tersebut ibu Noto yang bersahaja didampingi mbak Titik puteri bungsunya mengatakan, Pak Jokowi orangnya tegas dan tidak pernah marah.
Suatu saat ketika waktu itu tidak diterima di SMAN I Solo sempat diam selama satu tahun, namun ia gigih belajar hingga akhirnya lulus sebagai juara sekolah.
"Coba kalau di SMAN I mungkin tidak jadi Presiden," tutur ibunda pak Jokowi disambut tawa para relawan yang hadir.
Pada prinsipnya ibu Noto mendoakan perjuangan para relawan untuk tujuan banga dan negara Indonesia untuk lebih baik dan lebih maju kedepannya.(hdr)