Nasional

GK Center, Perkumpulan Profesional Lingkungan dan Green Mangrove Foundation Gelar Bedah Buku "Prabowo-Gibran"

Oleh : very - Rabu, 21/08/2024 07:49 WIB


Acara bedah buku dengan tema “𝐌𝐞𝐧𝐲𝐨𝐧𝐠𝐬𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐬𝐚 𝐏𝐞𝐝𝐮𝐥𝐢 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩” yang berlangsung di Kawasan Mega Kuningan Jakarta, Selasa 20 Agustus 2024. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus 2024 dimanfaatkan oleh Galang Keberlanjutan Center dengan melakukan bedah buku dengan tema “𝐌𝐞𝐧𝐲𝐨𝐧𝐠𝐬𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐬𝐚 𝐏𝐞𝐝𝐮𝐥𝐢 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩” yang berlangsung di Kawasan Mega Kuningan Jakarta, Selasa 20 Agustus 2024.

Dalam kegiatan bedah buku berjudul “Probowo Gibran” tersebut, Galang Kemajuan dan Keberlanjutan/GK berkolaborasi dengan Perkumpulan Profesional Lingkungan dan Green Mangrove Foundation.

Kelik Wirawan Wahyu Widodo, Ketua Umum GK Center yang juga Staf Khusus Menteri LHK mengatakan bahwa bedah buku tersebut diselenggarakan sejalan dengan visi misi dan agenda Galang Kemajuan dan Keberlanjutan.

“Saya kira buku ‘Probowo Gibran’ memberikan perspektif lain dari pemimpin baru Indonesia 2024-2029, khususnya di isu pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam,” ujarnya.

Pembicara utama Dr. Tasdiyanto yang merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumberdaya Alam KLHK memberikan pandangan terkait pandangan Prabowo tentang sumberdaya alam dan lingkungan, yang telah ditulis beberapa tahun silam itu.

Buku ini, katanya, mencoba menangkap berbagai pemikiran Prabowo Subianto, seorang tokoh pemimpin yang memiliki pandangan terhadap pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia.

“Sumberdaya alam Indonesia diketahui sangat melimpah yang perlu pengelolaan secara optimal. Apabila pengelolaan sumberdaya alam ini berjalan baik maka kesejahteraan rakyat Indonesia akan terwujud. Konsep pengelolaan secara mandiri menjadi warna baru yang ditawarkan bagi bangsa ini,” ujarnya.

“Kita sering mendengar diksi ‘bocor-bocor’ dari Pak Prabowo dan saya kira beliau paham betul bagaimana seharusnya mengelola sumberdaya alam agar memberi kebermanfaatan bagi rakyat Indonesia,” tambahnya

 

Tasdiyanto yang juga mantan Sekjen Komnas HAM RI, mantan Ketua Umum Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia, dan kini aktif sebagai Ketua Umum Profesional Lingkungan, menegaskan bahwa bedah buku ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di berbagai daerah seperti kampus dan kelompok masyarakat.

“Intinya kita mau mengajak publik untuk konsen mengawal agenda lingkungan pada pemerintahan baru nanti,” imbuhnya.

Pembicara lain, Irhash Ahmady yang merupakan penulis buku “Mas Gibran dan Kepedulian Lingkungan” ini menyebut bahwa buku ini menceritakan perjalanan hidup dan karir putra sulung Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Gibran memulai karir dari bisnis, kemudian menjagi Wali Kta Solo dan juga menjadi Wakil Presiden terpilih 2024-2029.

Secara politik, katanya, memang pososi Gibran sangat diuntungkan karena posisi sang bapak yang menjadi presiden RI. Namun sesungguhnya banyak kisah sukses yang menjadi latar belakang bahwa Gibran layak menjadi Wakil Presiden.

“Pemahaman lingkungan Mas Gibran cukup mumpuni, karena sebagai mantan wali kota paham betul problem kota sepereti pengelolaan sampah kota, dan beliau mampu mewujudkan Solo sebagai kota bebas sampah dan menjadi role model dalam pengelolaan sampah kita,” ujarnya.

Irhash Ahmady yang juga aktivis lingkungan ini menambahkan bahwa hal yang paling mengagetkan adalah gagasan Mas Gibran tentang persoalan iklim. “Dalam debat Cawapres lalu, dua diksi yang beliau munculkan yakni Greenflation dan Carbone Capture and Storage mampu menghiasi diskursus publik. Sebuah pandangan cerdas tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” sebutnya.

Acara dibuka pada pukul 14.00, dengan alunan suara nan indah dari penyanyi Rahma Safitri yang menyanyikan lagu ‘Tanah Air’ karya ibu Soed.

Penanggap bedah buku ini, Putri Nami Afrah Mariam Insani, yang merupakan Putri Bumi Indonesia 2024, menyampaikan rasa syukur bahwa wakil presiden terpilih adalah anak muda sehingga bisa lebih fokus menjaga bumi Indonesia dari ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Dewan Ahli GK Center, Ade Rukmini, mengatakan, acara seperti ini banyak diminati ibu-ibu dan anak muda pemerhati lingkungan yang tergabung dalam GK Nature, sehingga penerus bangsa akan lebih menjaga lingkungannya.

Bedah buku ini diikuti oleh pengurus GK Center, Diddy Budiono, Anin Puti dan Ade Swargo Mulyo yang sekaligus moderator bedah buku ini. Tak ketinggalan pengurus Green Mangrove Goundation yaitu Yuliarto Joko Putranto, Veve Safitri, Asep Syaeful dan Tjelik Sutedjo, yang tampak aktif pada bedah buku ini. ***

 

Artikel Lainnya