Minyak Sawit Ternyata Bisa Mengurangi Masalah Gizi Buruk

Oleh : Syailendra - Minggu, 10/03/2019 17:55 WIB


Minyak kelapa sawit merah.

Jakarta, Indonews.id - Minyak sawit mempunyai kandungan vitamin dan nutrisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyakarat. Tingginya kandungan vitamin A dan E sangat dibutuhkan mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting yang terjadi di Indonesia sekarang ini.

Hal ini menjadi pembahasan Dialog Majalah Sawit Indonesia bertemakan “Sawit Menjawab Kebutuhan Gizi dan Persoalan Kesehatan”, di Jakarta. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sebagai lembaga pengelola dana pungutan sawit yang fokus kepada program replanting, biodiesel, promosi, dan riset.

Pembicara yang hadir antara lain Ir. Doddy Izwardy, MA, (Direktur Gizi Kementerian Kesehatan RI), Prof.Nuri Andarwulan Direktur SEAFAST IPB, Dr.Darmono Taniwiryono (Ketua Umum MAKSI), dan Sahat Sinaga Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).

Doddy Izwardy mengatakan perbaikan gizi merupakan investasi ekonomi dimana kecukupan gizi makro dan mikro merupakan prasyarat membangun kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas fisik dan intelektual serta produktivitas tinggi. Masalah stunting di Indonesia berdampak kepada tiga aspek yaitu gagal tumbuh, gangguan kognitif dan gangguan metabolisme. Jika masalah stunting tidak diatasi, maka Indonesia mengalami kerugian dari aspek ekonomi.

“Untuk itu, kami berharap kelapa sawit dapat menjadi solusi dalam mengatasi stunting. Karena masalah yang dihadapi pola konsumsi,” jelasnya. Kementerian Kesehatan berharap ada produk olahan kelapa sawit menghasilkan kaya akan vitamin A, melalui hasil penelitian.

Kalangan peneliti dari Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) menawarkan solusi pemakaian minyak sawit merah alami untuk mengatasi kekurangan gizi masyarakat Indonesia.

Darmono Taniwiryono menceritakan pengalamannya sewaktu di Afrika yang menunjukkan tradisi makanan olahan minyak sawit merah telah dimulai semenjak 5.000 tahun lalu dengan teknik ekstraksi sederhana. Namun, saat ini minyak sawit merah alami yang kaya nutrisi belum termanfaatkan secara maksimal di Indonesia.

Darmono mengatakan, disinilah peluang mengatasi kekurangan gizi dan kesehatan masyarakat sangat tinggi termasuk untuk mengatasi permasalahan stunting. “Di Indonesia, minyak sawit merah alami bisa dipakai sebagai campuran minyak makan pada berbagai tingkat persentase. Saat ini, telah ada minyak sawit merah yang dapat dikonsumsi untuk makanan olahan dan pakan ternak,” ujar Darmono yang juga menjabat Direktur Utama PT Nutri Palma Nabati.

Artikel Lainnya