Nasional

Kemendikbud Resmi Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Untuk PTN Mulai 2 Desember Hingga 7 Januari 2020

Oleh : Ronald T - Sabtu, 16/11/2019 11:59 WIB

Wakil Ketua I LTMPT Mohammad Nasih mengatakan, untuk proses pendaftaran ada penyempurnaan yang mulai berlaku saat ini. Kebijakan ini dinamakan single sign on (SSO). (Foto : Ilustrasi)

Jakarta, INDONEWS.ID - Penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2020 telah resmi diluncurkan Kemendikbud pada Jumat (15/11/2019), di Gedung D Kemendikbud, Jakarta.

Peluncuran itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Prof lsmunandar yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. lkut serta mendampingi Prof Ravik Karsidi (Ketua LTMPT), Prof Mohammad Nasih (Wakil Ketua I), Prof Dr Sutrisna Wibawa (Wakil Ketua 11), serta Prof Syafsir Akhlus (Pengurus MRPTNl).

Terkait sistem PMB tahun 2020/2021, ada beberapa hal baru atau perubahan yang dilakukan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi bagi calon mahasiswa baru. Salah satunya adalah para pendaftar
kini diwajibkan untuk memiliki akun LTMPT yang pendaftarannya hanya dibuka pada 2 Desember hingga 7 Januari 2020.

Wakil Ketua I LTMPT Mohammad Nasih mengatakan, untuk proses pendaftaran ada penyempurnaan yang mulai berlaku saat ini. Kebijakan ini dinamakan single sign on (SSO). 

Yang pertama ialah untuk calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020 wajib memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi akun di https/portal.ltmpt.ac.id. Registrasi akun untuk jalur SNMPTN mulai dibuka pada 2 Desember–7 Januar. Sedangkan untuk akun LTMPT untuk ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan seleksi bersama masuk PTN (SBMPTN) mulai 7 Februari–5 April 2020.

"Pintu gerbangnya sudah kami siapkan. Kami siap menerima mulai 2 Desember. Melalui SSO, semua data calon pendaftar akan bisa dikonsolidasikan lebih baik dan mudah sehingga calon pendaftar nanti akan memperoleh beberapa kemudahan," katanya pada konferensi pers di Jakarta.

Dijabarkan Nasih, panitia kali ini hanya menerima dokumentasi administrasi, sementara sekolah kali ini berhak menentukan pemeringkatan siswa yang berhak diajukan di jalur SNMPTN. Seberapa besar siswa yang eligible atau memenuhi syarat disesuaikan kuota masing-masing akreditasi, yakni sekolah akreditasi A sebanyak 40%, B 25%, dan C 5%.

Kepada siswa, sekolah, atau masyarakat diharapkan memperhatikan dengan cermat dan teliti kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Adapun kerangka waktu untuk SNMPTN yaitu registrasi akun LTMPT 2 Desember 2019–7 Januari 2020; pengisian PDSS dan pemeringkatan siswa oleh sekolah 13 Januari–6 Februari 2020; pendaftaran SNMPTN 1 1–25 Februari 2020; dan pengumuman SNMPTN 04 April 2020.

Nasih melanjutkan, jika tahun ini UTBK boleh dua kali tes maka untuk UTBK berikutnya hanya diperbolehkan satu kali tes saja. Perubahan ini dilakukan karena hasil evaluasi menunjukkan tidak ada hasil signifikan dari tes yang berulang, bahkan nilai yang didapat di tes kedua cenderung turun.
 
"Oleh karena itu, dalam rangka optimalisasi dan beri kesempatan masyarakat luas, maka tes (UTBK) cukup sekali," kata Rektor Unair ini menjelaskan.

Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (ADik), dengan terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran program KIP-K dan ADik yang dapat dilihat melalui laman sebagai http://kipkuliah.kemdikbud.go.id/ dan http://adik.kemdikbud.go.id/

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud Ismunandar menjelaskan, pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 ini diwarnai dengan beberapa perubahan, misalnya dengan adanya UTBK yang responnya sangat diapresiasi masyarakat.
 
Dia menjelaskan, semua evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 itu disampaikan ke Mendikbud Nadiem Makarim, dan Nadiem mengatakan bahwa sistem yang sudah baik harus dilanjutkan kembali.
 
"Pada prinsipnya yang akan dilakukan ialah tetap yang dilakukan 2019. Kalau ada perubahan, itu perubahan kecil dalam rangka membuat sistem andal, baik dan didalam implementasinya supaya lebih baik," terangnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia Syafsir Akhlus menjelaskan bahwa perubahan teknis yang terjadi di penerimaan mahasiswa baru sudah melalui studi mendalam. Misalnya saja pelaksanaan tes UTBK yang dipangkas hanya sekali itu, karena tidak berpengaruh signifikan pada proses seleksi.
 
"Kemungkinan juga tes dua kali itu berpengaruh negatif kepada anak karena anak mengalami tekanan yang lebih berat di tes kedua sehingga mendapat nilai yang kurang baik" tandasnya. (rnl)
Loading...

Artikel Terkait