Nasional

Pilkada Wakatobi: Idealisme PDIP dan Sosok Mudasir Usman

Oleh : Rikardo - Senin, 10/02/2020 01:30 WIB

Calon Bupati Wakatobi Mudasir Usman (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pilkada sebagai pesta demokrasi sudah di depan mata. Peperangan idealisme partai sudah dimulai. Menariknya, setiap partai berlomba-lomba mencari kandidat ideal dan beritegritas yang dipercaya mampu mendulang suara sehingga keluar menjadi juara dalam pesta lima tahunan itu.

Besarnya tekad partai politik untuk menjadi pemenang dalam setiap kontestasi pilkada tujuannya tak lain adalah agar cita-cita bangsa yang termaktud dalam sila-sila Pancasila dan amanah Undang-Undang Dasar 1945 tercapai dan membumi di seluruh pelosok nusantara.

Hal itu tentunya dapat terwujud melalui kader-kader yang kompeten, berintegritas, profesional, mampu menjaga ideologi partai, memiliki visi-misi yang mampu mewujudkan secara praktis idealisme partai serta mampu menegakkan dan menjabarkan sila-sila Pancasila secara utuh dalam satu paket ideologis, teoritis dan tindakan politis.

Penting disadari bahwa dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), integritas figur sangat menentukan kemenangan calon. Terutama, bila kader tersebut didukung oleh partai yang memiliki basis dan karakter ideologis yang kuat seperti partai PDIP. Sebab, idealnya, figur berintegritas dan partai berideologi kuat akan menentukan kemenangan para calon kepala daerah.

Idealisme PDIP

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri dalam Pembukaan Kongres V PDIP di Bali pada Kamis, (8/8/2019) lalu menegaskan kepada para kadernya agar berjuanglah bersama Bung Karno.

Cita-cita Bung Karno, ungkap Megawati, tak lain adalah menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan. Toleransi dan demokrasi, tambah Mega, adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam berpolitik.

"Sehingga, mari bergerak bersama Bung Karno. Mari Kita rumuskan melalui musyawarah mufakat langkah konkret PDIP untuk membumikan kembali rasa persaudaran dan semangat kebangsaan. Itulah tanggung jawab yang kita pikul sebagai partai politik," ajak Megawati.

Melihat perjalanannya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan salah satu partai nasionalis yang begitu konsen dan menaruh keberpihakan penuh serta selalu bertekad kuat mewujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari cita-cita luhur bangsa yang tertuang dalam sila-sila Pancasila dan Undang-undang Dasar.

Bagi PDIP, ideologi partai tak lain merupakan penjabaran ideologi negara yang termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945. Keberpihakan PDIP itu bisa dilacak dari visi-misi partai yang selalu bernafaskan dua ideologi negara di atas.

Megawati bahkan menyebut Pancasila tidak sekedar dasar negara, ideologi, dan cita-cita pemersatu semua golongan saja, namun, merupakan suatu dedikasi moral, tuntunan hidup, termasuk dalam pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan.

Komitmen Partai PDIP sebagai satu-satunya partai berbasis ideologi kebangsaan yang kuat dapat dilacak melalui dukungan dan komitmentnya merumuskan dan mewujudnyatakan lima visi brilian dan misi konkrit Jokowi baik dalam Visi Indonesia Kerja yang telah lewat maupun dalam Visi Indonesia Maju lima tahun ke depan.

Sosok dan Idealisme Mudasir Usman

Bagi seorang Mudasir Usman, roh dari partai politik adalah ideologi. Selama menjadi kader PDI Perjuangan, Mudasir telah memberikan waktunya  untuk mendalami ideologi partai. Mudasir menilai PDIP adalah satu-satunya partai yang menunjukkan kesetiaanya pada penguatan ideologi kepada segenap kadernya.

"Tentu ini, tidaklah berdiri sendiri bahwa semakin Solidnya kader partai, tidak terlepas dari dalamnya pengetahuaan kader terhadap ideologi tersebut," tegas Mudasir Usman kepada Indonews.id pada Minggu (9/2/2020).

Dengan solditas dan kemantapan ideologi yang ditunjukkan para kadernya, tentunya memberikan penguatan bagi keberlangsungan organisasi partai. Hal itu kemudian berdampak pada lahirnya program kerja berbasis ideologi sehingga kewibawaan partai bisa terwujud dan selalu terjaga.

Sosok Mudasir Usman adalah sosok ideal dan berintegritas, kompeten, profesinal, mendalami ideologi PDIP secara serius, memiliki cita-cita yang luhur dalam membumikan sila-sila Pancasila yang menjadi dasar negara. 

Sejak Kecil Mudasir telah menaruh cinta dan hormat setinggi-tingginya pada semangat, idealisme, cinta dan cia-cita Bung Karno sang Bapak Bangsa. Ia juga, dengan caranya sendiri secara utuh senantiasa berupaya meneladani semangat sang Bapak Bangsa dalam perjalanan hidup dan karirnya. 

Pancasila, yang lahir dari permenungan panjang sang Bapak Bangsa menjadi garis pemikirannya sekaligus menuntun perjalanannya dalam berpolitik selama ini. Bahkan ketika dirinya masih menjadi kader partai PNBK, Mudasir mengaku paham Sukarnoisme sudah terpatri dalam jiwanya. Sebab bagi Mudasir, Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan, bahkan sudah seharusnya menjadi fondasi dan tuntunan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

"Saya adalah Pencinta Bung Karno, dan pahamnya adalah darah perjungan saya. Saat ini saya Kader PDI Perjuangan, tentunya ini tidak serta merta berdiri begitu saja ada catatan sejarah lingkungan sehari hari saya. Sejarah panjang Politik di Wakatobi adalah Partai Berhaluan Nasionalis, Jiwa Bung Karno bertahan dan tumbuh terus di Jiwa Masyarakat Wakatobi sampai saat ini," tutur Wakil Ketua KADIN Sulawesi Tenggara 2005-2008 ini.

Sehingga, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara 2006-2009 ini menyimpulkan, sangatlah wajar ketika Partai PDI Perjuangan di Wakatobi mempunyai massa fanatik, yang setia dengan garis ideologi PDI Perjungan.

"Saya sendiri menyimpulkan bahwa, berjuang di PDI Perjuangan akan sangatlah mudah memenangkan pertarungan, karena ada rakyat bergotong royong berjuang bersama saya. Dan persis semangat inilah yang selalu digaung-gaungkan oleh ibu Megawati sendiri," kisah mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara ini.*(Rikardo). 

Loading...

Artikel Terkait