Jakarta, INDONEWS.ID - Meski pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik lebaran di tahun 2020 sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19, namun antusiasme warga yang hendak pulang ke kampung halaman tetap tinggi.
Sebut saja seperti yang terjadi di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, lonjakan penumpang mengalami peningkatan yang signifikan, sebelum diberlakukan larangan mudik yang dimulai Jumat (24/4/2020) pukul 00.00 WIB.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan jumlah penumpang yang pulang kampung menggunakan bus mengalami kenaikan dibandingkan pada hari-hari sebelumnya.
Pasalnya sejak mulai Jumat besok, masyarakat dilarang mudik ke kampung halamannya masing-masing berdasarkan keputusan Pemerintah.
"Kalau hari ini lumayan ada peningkatan jumlah penumpang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tapi kalau dibandingkan hari biasa, masih dibawah hari biasa," kata Made Jhoni saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2020).
Jumlah penumpang tersebut akan terus bertambah sebelum diberlakukan larangan mudik pada pukul 00.00 WIB, Jumat (24/4/2020).
Sebab saat ini pihak terminal masih merekap data penumpang yang memilih menggunakan bus melalui terminal Kampung Rambutan.
"Sampai pukul 15.00 WIB, jumlah penumpang sekitar 1.300 orang. Jumlah bus ada 80 kendaraan. Kalau hari Rabu kemarin ada 700 penumpang. Iya (naik 100 persen)," ujar Made.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah memutuskan untuk melarang mudik lebaran di tahun 2020. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19.
Atas hal itu, Polda Metro Jaya pun akan mendirikan 19 pos pengamanan terpadu dalam rangka Operasi Ketupat dan Larangan Mudik Tahun 2020. Sebanyak 19 pos pemantauan tersebut tersebar di titik-titik perbatasan wilayah Jakarta.
Dari 19 pos pengamanan tiga diantaranya didirikan di gerbang pintu tol utama keluar wilayah Jakarta, yakni pintu tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, pintu tol Cimanggis arah Bogor, dan pintu tol Bitung arah Merak.
Sementara 16 pos pengamanan terpadu lainnya tersebar di beberapa wilayah perbatasan Jakarta. Diantarnya, sebanyak lima titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Kota; yakni Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, dan Jatiuwung. Sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Selatan; yakni Jalan Raya Puspiptek dan Kecamatan Curug.
Kemudian, sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Depok; yakni Jalan Raya Bogor-Cibinong dan Citayam.
Selanjutnya, sebanyak tiga pos pengamanan terpadu di Bekasi Kota; yakni Sumber Arta, Bantar Gebang dan Cakung. Serta empat pos pengamanan terpadu di Bekasi Kabupaten; yakni Cibarusah, Kedung Waringin, Bojong Mangu, dan Pebayuran. (rnl)