Gaya Hidup

Ketua Perhimpunan Pedagang Dorong UMKM Perempuan Tetap Produktif di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 18/04/2026 21:42 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah situasi dunia yang tidak menentu akibat konflik global dan gejolak ekonomi, Ingrid Kansil Ketua Perhimpunan Pedagang sekaligus tokoh di Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia mengajak para pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk tetap tenang dan terus berikhtiar.

Ingrid menegaskan, bahwa kunci bertahan di kondisi saat ini adalah inovasi dan kreativitas agar produk yang dihasilkan tetap memiliki daya saing tinggi di pasar. “Situasi dunia memang tidak baik-baik saja, tapi kita tidak boleh berhenti berusaha. Harus tetap produktif dan optimis,” ujarnya.

Menurutnya, sekitar 70 persen anggota organisasi tersebut bergerak di sektor fashion dan kuliner—dua bidang yang dinilai masih memiliki peluang besar, terutama karena kebutuhan pasar yang stabil. Namun, ia menyoroti pentingnya dukungan nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam memperluas akses pemasaran.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan ruang khusus atau “corner” UMKM di pusat perbelanjaan secara gratis atau dengan biaya ringan, agar produk pelaku usaha perempuan bisa tampil di tempat yang lebih representatif dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia juga mengungkapkan bahwa peluang pasar luar negeri masih terbuka, dengan sejumlah negara seperti Jepang, Turki, dan Brunei menunjukkan minat terhadap produk lokal Indonesia. Bahkan, beberapa kegiatan promosi dan pameran di luar negeri berjalan cukup sukses dan mendapat respons positif.

Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah kenaikan harga bahan baku akibat dampak global. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang mampu meringankan beban produksi para pelaku usaha.

Di sisi lain, ia juga mendorong perempuan untuk memulai usaha dari rumah dengan menggali potensi sekecil apa pun yang dimiliki. “Banyak ibu rumah tangga yang punya keterampilan, seperti memasak atau kerajinan. Itu bisa diolah menjadi nilai ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan dan bantuan sebenarnya sudah tersedia, namun distribusinya dinilai belum merata. Karena itu, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha.

Melalui jaringan yang dimilikinya, ia mengaku terus berupaya menjadi penghubung antara pelaku UMKM dan pemerintah, termasuk dalam mendapatkan bantuan peralatan usaha dari berbagai instansi.

Menutup pernyataannya, ia mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak takut gagal dan terus membangun kepercayaan diri. “Rezeki itu ada, yang penting kita terus berikhtiar. Jangan takut jatuh, karena dari situ kita belajar untuk bangkit lebih kuat,” pungkasnya.

Artikel Lainnya