Nasional

Mendagri Jelaskan Strategi Penanggulangan Pandemi di Hadapan Satgas Covid-19 DPR

Oleh : Marsi Edon - Kamis, 28/05/2020 23:58 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menerima kunjungan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menerima kunjungan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI yang dipimpin langsung ketuanya sekaligus Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Kunjungan tersebut dalam rangka mencari masukan terhadap pelaksanaan kebijakan new normal sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan dengan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 Tentang Panduan Pencegahan dan Pengen Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada situasi pandemi.

Dalam sambutannya saat menerima kunjungan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Mendagri mengatakan, pihaknya merasa terhormat disambangi Satgas DPR. Menteri Tito kemudian memaparkan apa saja yang sudah dan sedang dikerjakan kementeriannya dalam rangka penanganan Covid-19.

Menurut Tito, pandemi Covid-19 ini merupakan kejadian luar biasa yang melanda hampir seluruh negara di dunia. Termasuk Indonesia. 

"Ini suatu yang sangat luar biasa dan ini krisis kesehatan yang kemudian memberikan efek domino. Efek domino kepada keuangan, sistem keuangan, sistem ekonomi, bahkan bisa berpengaruh kepada masalah sosial, krisis sosial dan keamanan. Nah oleh karena itu memang semua negara, saya kira menghadapi persoalan yang baru dan kita semua menjadi saksi sejarah sebetulnya," kata Mendagri Tito di Jakarta,Kamis,(28/05/2020)

Mendagri menambahkan, situasi saat ini memang dilematis. Karena di satu sisi ada masalah kesehatan yang berdimensi kemanusiaan. Di sisi lain, ini berdampak pada ekonomi atau keuangan.

Semua negara yang dilanda wabah berprinsip bagaimana bisa mencari keseimbangan. Dimana kedua sektor baik itu kesehatan dan ekonomi bisa diselamatkan.

"Mengutamakan keselamatan publik, kesehatan publik tapi juga ekonomi tetap bisa survive karena ini saling mempengaruhi," ungkap Tito.

Berkaitan dengan tugas pokok Kemendagri sendiri, khususnya dalam rangka pembinaan dan pengawasan pemerintahan di daerah, dari awal sejak outbreak, pihaknya berusaha mengetahui seperti apa sebetulnya Covid-19 ini.

Mengetahui virus ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan ia beruntung, dapat buku dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad yang berisi hasil penelitian dari tim Wuhan. Buku yang disusun Komisi Nasional Kesehatan China.

Dalam buku dijelaskan tentang apa itu virus Covid-19 dan karakternya. Serta bagaimana treatmentnya, seperti apa cara menanganinya dan lain-lain.

"Saya begitu dapat dari Pak Dasco langsung saya membentuk tim, di pimpin Dirjen Bina Adwil (Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan) untuk saya sampaikan terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Setelah itu kita langsung puter, buat tim penerjemah dalam bahasa Indonesia dan setelah itu segera kami bagikan soft copy-nya kepada seluruh jajaran Kemendagri dan seluruh kepala daerah," jelas Tito.

Ia pun sebagai Mendagri secara maraton berkunjung ke beberapa daerah mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan dan daerah lainnya. Setiap kunjungan, ia selalu membagikan buku yang disusun Tim Wuhan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Langkah lain yang dilakukan Kemendagri dalam mendukung penanganan dan penanggulangan Covid-19, adalah dengan mengeluarkan kebijakan realokasi anggaran bersama Kementerian Keuangan.

Dari realokasi anggaran itu terkumpul anggaran yang nilainya mencapai lebih kurang 69 triliun. Anggaran ini digunakan untuk mendukung penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan, social safety net, dan untuk stimulus ekonomi.

"Bapak Presiden pun sudah mmbuat gugus tugas yang dimpin oleh Letjen Doni Monardo, maka kami pun mendukung gugus tugas ini dengan permintaan personel dari gugus tugas, ada beberapa orangnya Pak Dirjen Bina Adwil adalah bagian dari gugus tugas. Perwakilan Kemendagri yang ada di gugus tugas, ada juga perwakilan dari Ditjen Otda di sana," katanya.

Menteri Tito juga mengaku telah memerintahkan seluruh kepala daerah untuk menjadi kepala gugus tugas.Karena kepala daerah yang memiliki power penuh untuk menangani masalah yang sifatnya extraordinary.

Sebelumnya posisi kepala gugus tugas yang serahkan kepada Sekda. Ada juga yang dipegang kepala dinas kesehatan masing-masing.

"Kemudian kita banyak memberikan arahan-arahan baik melalui video conference bersama kementerian-kementerian terkait bagaimna kita mengembangkan 5 strategi sebetulnya untuk menjadi pegangan bagi daerah, "jelasnya.

Tito kemudian menjelaskan lima strategi yang dimaksud. Pertama, karena semua daerah sedang mencari format, maka ia meminta daerah harus fokus kepada upaya mencegah penularan. Itu harus jadi nomor satu, mulai dari sosialisasi, penguatan protokol, testing, pembatasan-pembatasan, termasuk di dalamnya adalah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dan termasuk dalam strategi nomor satu bagaimana warga agar terbiasa jaga jarak, pakai masker dan lainnya.

Strategi kedua, terkait dengan bagaimana mendorong peningkatan sistem kekebalan tubuh warga.

"Ini skenario kita semua.Saya kira sama semua umat manusia ini, skenarionya berusaha untuk tidak tertular sampai ditemukan vaksinnya. Tapi kalau tertular bisa saja terjadi, tertular dalam kondisi kekebalan tubuh yang tidak baik, sehingga perlu ada upaya-upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dan yang ketiga adalah meningkatkan kapasitas sistem kesehatan, rumah sakit, tempat karantina, dan lain -lain di seluruh daerah. Yang keempat adalah peningkatan ketahanan pangan. Kemudian strategi yang terkahir adalah social safety net dan stimulus ekonomi, jadi menjaga jaring pengaman sosial," urai Mendagri.

Menurut Mendagri, jika dilihat strategi nomir satu, dua dan tiga, ini telah dikerjakan oleh gugus tugas. Dan strategi untuk masalah social safety net ini titik sentral utamanya ada di Kemenko PMK bersama dengan Kementerian Desa dan kementerian lainnya. Kemudian strategi untuk membangkit ekonomi itu ranahnya dari kementerian bidang ekonomi.

"Nah Kemendagri membantu semua, membantu gugus tugas, membantu Kemenko Perekonomian, membantu Kemenko PMK untuk social safety net. Kira-kira itulah awal yang kami lakukan. Sekarang sudah mulai ketemu formatnya sebetulnya, bahwa untuk menangani ini membuat balance antara kesehatan publik, penanganan pandemik Covid-19 dengan menjaga situasi ekonomi tetap hidup. Itu memang kunci yang paling utama dalam upaya kita untuk menghindari penularan ini. kata Mendagri.

Hal ini juga ditekankan kepada seluruh kepala daerah dan jajarannya agar secara gencar menyadarkan warga tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

"Tapi harus betul diintervensi dengan kebijakan publik.Jadi misalnya pakai masker, harus dilaksanakan selain social distancing, sosialisasi pakai masker, bagi masker, lalu gerakan nasional membagi masker yang diinisiasi oleh pemerintah atau eksekutif, legislatif, sama-sama. ," tutupnya.*

Loading...

Artikel Terkait