Nasional

Gus Salam: Perlakukan Setiap Orang Sebagai Manusia, Cara Gus Dur Merajut Keberagaman

Oleh : very - Selasa, 14/07/2020 09:23 WIB

Lembaga Ta`lif Wan Nasyr/Lembaga Penerbitan, Publikasi, dan Informasi PBNU menyelenggarakan Talkshow Virtual dengan tema besar Kerukunan Beragama, Senin (13/7/2020). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Lembaga Ta`lif Wan Nasyr/Lembaga Penerbitan, Publikasi, dan Informasi PBNU menyelenggarakan Talkshow Virtual dengan tema besar Kerukunan Beragama, Senin (13/7/2020).

Talkshow dengan peserta lebih dari 100 orang ini menghadirkan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdussalam Sokhib. Dalam penjelasannya laki-laki yang akrab disapa Gus Salam ini menjelaskan bahwa cara cerdas dalam merajut keberagaman adalah dengan memanusiakan setiap orang.

"Cara cerdas pada era Gusdur dulu dalam merajut keberagaman adalah memperlakukan setiap orang sebagai manusia. Maka kemanusiaan sangatlah penting," ungkapnya.

Selain itu, Gus Salam juga menambahkan bahwa masyarakat berperan penting dalam kerukunan ini salah satunya adalah dengan adanya dialog.

"Pendekatan dialog penting dan tentunya setiap masyarakat berperan penting dalam menciptakan kerukunan," jelasnya seperti dikutip dari siaran pers di Jakarta, Senin.

Gus Salam berharap bahwa setiap masyarakat harus menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pendiri bangsa baik itu dengan adanya dialog atau diskusi.

"Tumbuh dari kesadaran  dan nurani. Memperbanyak dialog pertemuan dan diskusi sehingga ada kesadaran bersama negara dulu dibela bersama-sama dan sekarang harus dijaga bersama-sama, " tutupnya.

Hal senada juga disampaikan oleu Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny  Susetyo. Dalam penjelasannya Benny menjelaskan bahwa pendekatan secara dialog dalam menjaga kerukunan ini sangat penting dilakukan.

"Kerukunan harusnya dimulai dengan bagaimana tokoh agama mulai bersilaturahmi dan saling mengenal. Pendekatan dialog atau pendekatan personal yang akhirnya akan tumbuh kesedaran dan kerjasama lintas agama," jelas Benny.

Selain itu, Benny juga menambahkan bahwa kedepannya pendekatan dialog harus lebih masif dilakukan karena ini dampaknya besar.

"Kedepannya pendekatan dialog ini harus masif dilakukan," pungkas Benny. (Very)

Loading...

Artikel Terkait