Bisnis

India Blokir Produk China, Rizal Ramli: Indonesia Perlu Pemimpin Jagoan, Bukan Penghamba

Oleh : very - Rabu, 05/08/2020 19:01 WIB

Ekonom senior Indonesia, Dr. Rizal Ramli. (Foto: Ist)

India Blokir Produk China, Rizal Ramli: Indonesia Perlu Pemimpin Jagoan, Bukan Penghamba

New Delhi, INDONEWS.ID - Setelah bentrok yang terjadi di perbatasan di Ladakh, India yang mengobarkan perang ekonomi terhadap China pada Juni lalu, India melarang hampir semua aplikasi seluler populer hingga tender proyek-proyek publik China.

ByteDance TikTok, WeChat Tencent, browser Alibaba dan peta Baidu adalah di antara 59 aplikasi China yang dilarang oleh pemerintah India pada akhir Juni.

Ravi Shankar Prasad, menteri teknologi informasi India, menyebutnya sebagai "pemogokan digital" pada rapat umum politik baru-baru ini.

"Ini bukan hanya aplikasi tetapi agen propaganda pemerintah Cina," Ashwani Mahajan, pemimpin Swadeshi Jagran Manch, seperti dikutip asia.nikkei.com, Rabu (5/8).

Mahajan juga menuduh aplikasi China dengan pencurian data. "Kami akan meminta pemerintah untuk meletakkan bar di Google app store dan tempat-tempat lain dari mana aplikasi ini dapat diunduh," katanya.

"Aplikasi apa pun yang tidak mematuhi hukum India tidak boleh diizinkan".

"Meskipun kecewa bahwa saya tidak dapat menggunakan TikTok lagi, saya bersama pemerintah karena ini adalah masalah keamanan nasional," M. Ashish mengatakan pada Nikkei Asian Review.

"Itu memberi saya jalan untuk menunjukkan bakat saya, dan saya telah memperoleh banyak penggemar".

Pegawai kontrak sektor publik berusia 35 tahun itu menggunakan platform untuk berbagi klip komik yang menampilkan dirinya dan keluarganya. Seperti diketahui, TikTok telah mengumpulkan 200 juta pelanggan di India.

Rencana Ashish sekarang adalah menggunakan Roposo, jawaban India untuk TikTok, yang melonjak setelah larangan atas produk Cina. Aplikasi buatan lokal lain juga telah berkembang.

Menurut Sensor Tower, perusahaan intelijen pasar aplikasi, Roposo, Zili Xiaomi dan Dubsmash yang berbasis di New York melihat unduhan kombinasi meningkat sebesar 155% dalam tiga minggu setelah pemblokiran TikTok dibandingkan dengan tiga minggu sebelumnya. "Ketiga aplikasi ini memiliki unduhan seumur hidup tertinggi dari semua alternatif TikTok di App Store India dan Google Play," lapornya pada 23 Juli.

Berita pemblokiran produk Cina tersebut mendapat tanggapan dari ekonom senior Indonesia, Dr. Rizal Ramli. Dia mengapresiasi sikap India terhadap China tersebut sebagai mental jagoan dan bukan penghamba.

“Indonesia berani ndak ya? Padahal pasar domestik sangat besar, penduduk 270 jutaan, mayoritas muda, kesempatan besar untuk jadi produsen Apps di Asia Tenggara & banyak kerjaan untuk anak-anak muda. Tapi perlu pemimpin mental jagoan, bukan penghamba,” ujarnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait