Bisnis

Menteri Koperasi Resmikan Koperasi Pembibitan Ayam Pertama di Indonesia

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 08/09/2020 18:45 WIB

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki (Foto: Ist)

Bogor, INDONEWS.ID - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mendukung kehadiran koperasi perunggasan yang masuk ke usaha pembibitan Grand Parent Stock (GPS) yang diharapkan bisa menjadi alternatif dan solusi bagi usaha peternakan ayam broiler yang selama ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar.

Menurut Teten, di tengah gejolak usaha perunggasan, kehadiran koperasi bisa menjadi solusi. Selama ini, tambah Teten, peternak mandiri berjalan sendiri-sendiri, sehingga sudah saatnya untuk bersatu dalam wadah koperasi.

Koperasi perunggasan yang masuk ke bisnis hulu, khususnya pembibitan GPS adalah yang pertama kali di Indonesia. Usaha seperti ini sebelumnya dikuasai oleh perusahaan besar maupun perusahaan asing.

“Hadirnya koperasi Pinsar diharapkan bisa menjawab kebutuhan peternak-peternak mandiri, khususnya dalam pengadaan anak ayam’” tegas Teten  di sela-sela acara pengesahan Koperasi Pinsar Unggas Nasional di Parung, Kabupaten Bogor baru-baru ini.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih Januratmoko, menyebutkan industri peternakan nasional mencatat sejarah dengan terbentuknya wadah koperasi bagi para peternak unggas, baik ayam broiler, ayam petelur maupun ayam lokal.

“Untuk pertama kali di Indonesia hadirnya koperasi yang bergerak usaha pembibitan Grand Parent Stock (GPS), baik broiler maupun layer dengan nama Koperasi Pinsar Unggas Nasional,” ungkap Singgih yang juga anggota Komisi VI DPR RI.

Sejak awal, lanjut Singgih, para peternak unggas menginginkan hadirnya usaha di hulu, yaitu pembibitan GPS untuk menghasilkan Parent Stock (PS) serta Final Stock (FS) yang dimiliki bersama oleh para peternak. Selama ini, usaha pembibitan GPS didominasi sekitar 90% oleh perusahaan-perusahaan terintegrasi, termasuk diantaranya perusahaan asing. Sisanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan perorangan.

“Hadirnya Koperasi Pinsar Unggas Nasional dapat menjadi alternatif dan jawaban untuk kemandirian peternak,” tutur Singgih. Usaha pembibitan dengan menyiapkan sarana dan prasarananya, yaitu di Subang untuk pembibitan GPS layer (ayam petelur) dan di Wonosari untuk pembibitan GPS broiler. Nantinya, dari GPS-GPS tersebut akan menghasilkan 31 juta ekor Final Stock ayam petelur dan 65 juta final stock ayam broiler.

Selain mengesahkan Koperasi Pinsar Unggas Nasional, Menteri Koperasi juga meresmikan Rumah Produksi Ayam Kampung Olahan.*(Rikard Djegadut)

Loading...

Artikel Terkait