Daerah

Pimpin PKB Sumut, Ahmad Iman: Fokus Perbaik Internal Agar Jadi Partai yang Diperhitungkan

Oleh : very - Senin, 18/01/2021 13:13 WIB

Ahmad Iman Syukri (keempat dari kiri) terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Sumatera Utara periode 2021 – 2026. (Foto: Sindonews.com)

Medan, INDONEWS.ID – Tokoh muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Iman Syukri terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Sumatera Utara periode 2021 – 2026.

Ahmad Iman yang merupakan Pengurus DPP PKB itu ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Muswil) DPW PKB Sumut yang berlangsung di Hotel Miyana Medan, Sabtu (16/1).

Hasil Muswil PKB Sumut juga telah menentukan komposisi kepengurusan baru yaitu Ir. Loso Mena yang ditetapkan sebagai Sekretaris, dan Zeira Salim Ritonga menjabat Bendahara. Sementara Ketua Dewan Syuro diemban KH Drs Anwar Noor Siregar.

Ahmad Iman mengatakan, setahun ke depan DPW PKB Sumut akan fokus memperbaiki internal partai dan mengevaluasi secara menyeluruh agar PKB menjadi partai yang diperhitungkan di Sumut.

“Saya pemain pangganti sementara menjabat Ketua DPW Sumatera Utara sambil transisi mancari kader yang bener-bener pas, yang cocok dari semua kalangan menjadi Ketua PKB Sumut,” ujar Iman seperti dikutip Waspada.co.id.

Calon anggota DPR RI nomor urut 1 untuk Dapil Jakarta II itu mengatakan, ada beberapa target atau program yang menjadi perioritas kerja PKB Sumut dalam kepengurusan baru nanti.

“Pertama, konsolidasi internal partai, perbaikan struktur program kerja yang pro rakyat termasuk juga melakukan konsolidasi dan penguatan SDM kader partai. Itu yang nyata-nyata sekarang harus dilakukan,” ujar Ketua Jaringan Lingkar Buruh Migran Indonesia (Jangkar Bumi) ini.

Lebih lanjut, Iman menyebutkan bahwa sebagai partai muda dan modern, PKB harus memperbaiki semua aspek administrasi kerja partai politik kesehariannya. “PKB Sumut ke depannya harus mengedepankan sikap sebagai pelayan yang benar-benar memahami situasi masyarakat, guna mendongkrak kemenangan partai,” ujarnya.

“Yang paling penting sekarang bagaimana melambungkan PKB di Sumatera Utara dan itu akan kita mulai secara pelan-pelan. Insya Allah dalam waktu yang cukup ini kita akan perbaiki semuanya,” lanjutnya.

Acara Muswil 15 DPW PKB itu dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) secara virtual.

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam arahannya mengingatkan bahwa PKB sebagai kekuatan politik strategis yang ikut mewarnai dan menentukan bangsa Indonesia merupakan fakta yang terus terbukti dan nyata.

“Kita harus terus merapatkan barisan dan PKB harus menjadi solusi di tingkat daerah, di tingkat provinsi, bahkan di tingkat Nasional,” ujar Cak Imin.

Cak Imin optimistis, PKB yang lahir dari spirit dan semangat reformasi dengan konsistensi dan kerja keras para kader, akan menembus posisi 3 besar pada pemilu 2024.

“Kita optimistis PKB minimal 3 besar dalam pemilu tahun 2024. Karena apa? Karena kita memberikan jawaban dan solusi. Karena apa? Karena kita terdepan memberikan alternatif jalan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. 

Tantangan dan Peluang di 2024

Pelantikan dan pengambilan sumpah DPW PKB Sumut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid di Hotel Miyana, Kota Medan, Sumut, Sabtu malam.

"Saya atas nama Ketua Umum DPP PKB secara resmi akan melantik saudara-saudari sebagai Pengurus Wilayah PKB Provinsi Sumut Periode 2021-2026," ujarnya seperti dikutip Sindonews.com.

Seperti diketahui, ada 99 nama yang masuk dalam Kepengurusan DPW PKB Sumut kali ini. Seperti Iwan Zulhami, KH Machfoedz Siddiq Muslich, Parsatuan Harahab, Paraduan Siregar, KH Akhyar Nasution, dan Zainuddin Siregar yang duduk di jajaran Dewan Mustasyar.

Politikus yang akrab disapa Gus Jazil ini percaya, kepengurusan baru akan mampu menjalankan amanat Muswil dan tugas-tugas kepengurusan DPW PKB Sumut.

Menghadapi Pemilu 2024, Gus Jazil meminta kepengurusan baru DPW PKB Sumut untuk selalu menjaga soliditas partai. "Itu menjadi kunci utama. Kita tahu 2024 itu akan menghadapi tantangan dimana Presiden yang saat ini (Joko Widodo) tidak bisa mencalonkan lagi. Semua pengurus PKB harus menyadari lebih awal peluang pada Pemilu 2024. Ada tantangan yang harus kita susun bersama-sama," katanya.

Karena itu, Muswil Serentak di 34 provinsi yang digelar dua gelombang, harus menjadi momentum untuk konsolidasi partai dan juga menyiapkan langkah-langkah untuk pemenangan Pemilu 2024.

Ketua DPW PKB Sumut Ahmad Iman Syukri menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPW PKB Sumut periode sebelumnya, Ance Silian yang selama dua periode memimpin DPW PKB Sumut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bang Ance yang telah membangun pondasi kokoh di DPW PKB Sumut. Tanpa Bang Ance, tanpa kerja kerasnya, tak mungkin kita berkumpul hampir semua DPC. Saya yakin PKB Sumut semakin solid, dan 2024 insy Allah bisa menjadi tiga besar di Sumut," katanya.

Iman mengatakan, kemungkinan puncak pertarungan PKB ada di Pemilu 2024. "Muswil, Muscab semata-mata untuk memperkuat basic struktur PKB dari Pusat sampai Ranting, dan mengembangkan strategi parpol modern melalui media sosial. Ini dahsyat sekali pengaruhnya maka semua pengurus DPW PKB Sumut wajib menggunakan medsos untuk meningkatkan suara PKB, dan terpenting untuk mengantarkan ketum (Abdul Muhaimin Iskandar) sebagai capres 2024. Bapak ibu siap? Bapak Ibu siap?" tanya Iman yang dijawab "Siap.." oleh para hadirin.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Sumut KH Anwar Noor Siregar mengatakan, pengurus partai harus memahami dan menjalankan fikih kepartaian. "Jangan kita berpolitik yang tidak jelas, tapi mari berpolitik pada koridor. Pendiri kita PKB adalah Nahdlatul Ulama, oleh karena itu, kita pengurus berjanji dan dibuktikan ucapan dan perbuatan sebagai orang PKB," katanya.

Menurutnya, PKB adalah kapal besar. Para pengurus ibarat nahkoda yang bertugas untuk merawat dan mengayomi jamaahnya. "Jangan sampai pengurus tapi tidak mengerti siapa yang diurus, tidak tahu kalau ada yang diurus. Lebih parah lagi, pengurus tapi tidak mengerti kalau punya urusan. Jamaah ini harus kita urus dengan benar," pungkasnya. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait