Nasional

Ditolak MK, Rizal Ramli Tunjukkan Bukti Berita Pernah Diusung Parpol sebagai Capres pada 2009 Lalu

Oleh : very - Sabtu, 23/01/2021 12:10 WIB

Deklarasi Caleg Perubahan di lokasi, Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta, Minggu (15/3/2009). (Foto: Detik.com)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan judicial review yang diajukan oleh tokoh nasional, Rizal Ramli, terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada laman resmi MK, pada Kamis (14/1).

Permohonan yang teregistrasi dengan Nomor 74/PUU-XVIII/2020 ini diajukan oleh ekonom senior Rizal Ramli (Pemohon I) dan Abdulrachim Kresno (Pemohon II). Mereka meminta MK agar menghapus Pasal 222 UU 7/2017 tentang Pemilu. 

“Pokok permohonan pemohon tidak bisa dipertimbangkan. Mengadili permohonan pemohon tidak dapat diterima," ujar Ketua MK Anwar Usman. 

Dalam putusan tersebut, 9 Hakim MK ternyata pecah suara. Ada 4 hakim lain yang memilih dissenting opinion. Mereka menilai permohonan uji materi terhadap aturan presidential threshold yang diajukan Rizal Ramli itu layak diadili.

Keempat hakim MK yang setuju permohonan Rizal Ramli diadili adalah Suhartoyo, Manahan MP Sitompul, Saldi Isra, dan Enny Nurbaningsih.

Selain Rizal Ramli, ikut menjadi pemohon Abdulrachim Kresno sebagai pemohon II.

"Pertama, bahwa Pemohon II adalah warga negara yang terdaftar sebagai pemilih dalam pemilihan umum memiliki hak untuk memilih (right to vote) dan mendapatkan sebanyak mungkin pilihan pemimpin (presiden dan wakil presiden) yang akan menyelenggarakan pemerintahan," kata Saldi Isra-Suhartoyo-Manahan-Enny dalam dissenting opinion dalam putusan MK, pada Minggu (18/1/2021).

Namun para hakim yang menolak judicial review Rizal Ramli itu menilai bahwa ambang batas presiden dalam pemilu 2019 tak memberi kerugian secara konstitusional kepada Rizal Ramli sebagai pemohon.

MK beranggapan Rizal Ramli tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing karena tidak pernah diusung oleh partai atau gabungan partai sebagai calon presiden.

Menanggapi putusan tersebut, Rizal Ramli menilai putusan MK itu tidak berdasar.

Kepada Indonews.id, ekonom senior itu membagikan link berita yang diunggah Detik.com tertanggal Minggu (15/3/2009). Dalam berita berjudul “Caleg Deklarasikan Blok Perubahan Bersama Rizal Ramli” itu diberitakan bahwa Rizal Ramli pernah diusung menjadi calon presiden oleh banyak partai.

Dukungan itu terjadi di tahun 2009. Ada banyak partai yang menandatangani dukungan pencalonan presiden Rizal Ramli.

Diberitakan bahwa puluhan caleg dari berbagai parpol pendukung Rizal Ramli mendeklarasikan `Caleg Blok Perubahan’. Acara ini digelar dalam rangka menyambut kampanye rapat umum yang akan dimulai Senin, 16 Maret 2009.

"Acara ini digelar dalam rangka menyambut kampanye rapat umum. Kita harapkan kampanye berjalan lancar dan aman. Kami akan mendukung kampanye damai," ujar ketua panitia, Sya`rani, di lokasi, Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta, Minggu (15/3/2009) seperti dikutip Detik.com.

Acara itu dihadiri para perwakilan caleg dari 13 parpol pendukung blok perubahan. Para parpol itu adalah PPRN, PPPI, PBR, PDS, Partai Merdeka, PNBK, PMB, PKNU, Hanura, PSI, Partai Kedaulatan, PPI, dan Partai Buruh.

Selain itu acara ini juga dihadiri para pengurus partai lain seperti Golkar, PPP, PKB, PAN, dan PKS.

Rizal Ramli yang mengenakan kemeja putih nampak dengan semangat memberikan oarsi politik. Masing-masing perwakilan parpol pendukung blok perubahan juga memberikan orasi.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa Rizal Ramli mendapat dukungan dari Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) yang ditandatanggani Ketua Umum PPNUI Muhammad Yusuf dan Sekretaris Jenderal PPNUI Saepul Rizal Map.

Selain itu, dukungan dari DPP Partai Buruh, Ketua Umum Muchtar Pakpahan dan Sekjen Sonny Pudjisasono.

Mantan Menko Kemaritiman itu juga mendapat dukungan tertulis dari Partai Perjuangan Indonesia Baru yang diteken Sekjen Alex Mesakh.

Selain itu ada juga dukungan dari Partai Sarikat Indonesia (PSI). Dukungan lengkap dengan pembubuhan tanda tangan Ketua Umum PSI Rahardjo Tjakraningrat dan Sekjen PSI Nazir Muchamad.

Tidak hanya sampai di situ. Dukungan juga diberikan oleh Partai Karya Perjuangan yang ditandai surat dari Ketua Umum Letjen TNI (Purn) Muhammad Yasin dan Sekjen Jackson Andre Kumaat

Rizal Ramli juga mendapat persetujuan dari Ketua Presidium Nasional, Dewan Presidium Nasional (DPN) Sudir Santosa untuk diusung sebagai calon presiden.

Dukungan-dukungan di atas setidaknya bisa menjadi bukti bahwa Rizal Ramli memiliki legal standing yang tegas sebagai pengguggat presidential threshold. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait