Opini

Trio Moerdiono, Sukamdani, Tong Djoe

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 09/02/2021 14:30 WIB

Trio Moerdiono, Sukamdani, Tong Djoe

Oleh : Christianto Wibisono penulis buku Kencan Dinasti Menteng

Opini, INDONEWS.ID - Saya salah satu dari sekitar 100 orang delegasi KADIN dipimpin Ketua Sukamdani Gitosarjono dan direstui Menmud Seskab Moerdiono selaku koordinator Pemerintah dalam normalisasi hubungan dagang RI RRT setelah bekunya hubungan diplomatic sejak 1967 sampai 1985 itu.

Saya mengikuti Langkah gesit yang dilakukan Tong Djoe secara informal menghubungi ketua CCPIT (setara KADIN RTT) Wang Yao Ting dan mengatur MOU KADIN CCPIT ditandatangani Sukamdani dan Wang Yao Ting di Hotel Shangrila Singapore.

Dengan MOU itu Sukamdani merekrut 100 pengusaha yang siap terjun berbisnis dengan pengusaha RRT dan memperoleh restu dan dukungan Menmud Seskab Moerdiono.

Suatu anomaly karena pangkat Menmud tapi Moerdiono seolah membawahi Menko, Menlu dan Bakin agar manuver restorasi hubungan kedua negara yang beku 18 tahun itu ditrobos oleh Henry Kissinger Indonesia Moerdiono.

Sekarang trio MST (Moerdiono Sukamdani Tong Djoe) sudah ber-reuni di alam baqa. Mereka mungkin sudah “dilupakan” oleh generasi milenial digital 2021 yang sebagian besar mungkin malah belum lahir 1985.

Saya beruntung meski lahir 1945 sempat berkencan dengan trio MST dengan segala suka duka mereka dan pasang surut karir serta akhir pengabdian mereka di jalur public maupun profesi bisnis mereka.

Tong Djoe pengusaha kelahiran Palembang 26 September 1926 adalah hopeng Ibnu Sutowo lahir 23 September 1914 Yogyakarta – wafat 12 January 2001.

Perusahaan Tong Djoe barnama Tunas yang besar dari Pertamina dan 1973 membangun Tunas Building 29 tingkat di Anson Road.

Tapi segera dikejar oleh mantan sopir bernama Robin Low yang membangun Robina House lebih megah dari Tunas di Shenton Way Kawasan elite setara Thamrin di Singapore.

Tong Djoe sangat akrab gaul dengan pejabat dan rekan bisnis serta selalu berfoto dan di frame, dipajang nyari memenuhi almari kantornya.

Salah satu foto unik adakah ketika Xi Jinping masih pengusaha “ukm” yang belum terkenal dan melakukan studi banding berfoto di kantor Tong Djoe lantai 27-28. Tentu saja Tong Djoe punya koleksi foto Bersama 7 Presiden RI dan semua wapres serta banyak menteri kabinet.

Mengharukan bahwa tahun tahun terakhir hayatnya, Tong Djoe tinggal sendiri di sebuah ruko di jalan Hayam Wuruk kira kira seberang Bakmi GM. Tunas building Singapore sudah lama dibeli orang dan gonta ganti nama jadi Apex building.

Terakhir Januari 2015 konglomerat Ho Kian Cheing dari Keck Seng group membeli 3 lantai puncak penthouse pribadi Tong Djoe senilai S$ 30 juta.

Sekarang nama nya jadi Hub Synergy Point berseberangan dengan M Hotel. Riwayat jatuh bangun dan jual beli Gedung Tunas sangat “multikompleks”.

Pernah dikeasai Carrian Group (ini konglomerat Malaysia milik ketua partai MCA Tan Koon Swan, lalu Yamasin Jepang dan KMP Pte Ltd Salim group membeli 1989 senilai S$ 51 juta.

Medio 1990an kepemilikan berangsur dibeli keluarga Ho sampai tuntas di 2015 dan Tong Djoe pindah ke ruko Hayam Wuruk. Ini tentu mirip dengan cerita keluarga William Suryajaya yang kehilangan Astra karena menyelamatkan Summa dari kebangkrutan.

Tong Djoe mungkin tidak sukses membangun konglomerat 7 turunan tapi dia memperoleh Bintang Jasa Pratama dari Presiden Habibie dan dari Menlu Ali Alatas.

Kedua tokoh ini mengakui jasa dan peranan Tong Djoe baik semasa perjuangan kemerdekaan menjadi penyelundup senjata untuk pejuang Republik, dan berperan gesit asyik dalam trobosan Kissinger MTS ke Beijing 1985.

Pak Moerdiono sendiri menjadi Kissinger unik karena dalam posisi Menmud Seskab bisa mengkoordinir Menko, Menlu Bakin Menjadi menmud seskab satu periode langsung naik jadi mensesneg ketika Sudharmono jadi Wapres KP V.

Lanjut ke KP VI tapi berhenti jadi menteri diganti Saadilah Mursyid ketika Soehartp dan KP VII lengser 21 Mei 1998.

Pak Moer lahir 19 Aug 1934, usia 49th 1983 jadi menmud, santai enjoy life 13 tahun sejak pension jadi orang biasa sampai wafat di Singapore 7 Oktober 2011 usia 77 tahun.

Ketua Kadin (1982-1988) Sukamdani lahir 14 Maret 1928 wafat 21 Desember 2017 maka trio Kissinger pemulih RI RRT 1985 sudah tidak ada lagi.

Hubungan Indonesia Tiongkok di era Jokowi Prabowo cukup akrab terbukti dari posisi RRT sebagai investor maupun kreditor yang masuk 4 besar yaitu Singapore, Jepang, Tiongkok, AS, gabungan Uni Eropa.

Sejarah pasang surut bisnis Tong DJoe mirip roller coaster yang dahsyat ketimbang pasang surut Moerdiono dan Sukamdani.

Semua tokoh dalam Kencan Dinasti Menteng mempunyai karma politik, keluarga, pribadi, bisnis, karier dan profesi serta kehidpan pribadi yang tidak sepenuhnya bisa kita pahami.

Doa untuk pak Tong Djoe dan dukacita untuk sdr Melvin Tong (putra) sulung dan saudara sekeluarga atas berpulangnya Pak Tong Djoe, May he Rest In Peace with HIM dan kita diselamatkan melewati pandemic covid sampai vaksin terdeliver tahun 2022 hopefully.

Jakarta 9 Februari 2021 3 hari sebelum Tahun Kerbau Metal 12-2-2021 Masehi (1-1-2572 Imlek).

Loading...

Artikel Terkait