Bisnis

Ekonom PKR Ragukan Klaim Menko Perekonomian, Rizal Ramli: Pemerintah Selalu Janjikan Angin Surga

Oleh : very - Selasa, 23/02/2021 10:08 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (Foto: Kedaipena.com)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Menko Ekonomi Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 berada di peringkat ke-4 setelah Cina, Vietnam, dan Korea Selatan.

Analis Ekonomi Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengkritik klaim tersebut.

“Dari mana datanya, ternyata beredar slide presentasi dari Kemenkeu pada halaman ‘Tekanan Ekonomi Indonesia termasuk yang moderat’. Sama dengan klaim Menko Perekonomian, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut berada di posisi ke-4,” kata Gede seperti dikutip Kedai Pena, Senin (22/2/2021).

Gede mengatakan bahwa dirinya meragukan klaim tersebut. Karena itu, dia memeriksa data pertumbuhan ekonomi negara-negara melalui internet.

“Ternyata yang saya temukan adalah: setidaknya ada 30-an negara yang pertumbuhan ekonominya tahun 2020 lebih baik dari Indonesia. Tabel terlampir,” ujar dia.

Kalau dalam ilmu statistik, teknik pemerintah ini namanya “cherry picking”. Hanya memilih data yang pas agar hasilnya bagus sesuai keinginan, sementara data yang tidak pas tidak dipilih.

“Bagaimanapun, luar biasa upaya klaim tim ekonomi pemerintah. Tidak pernah berhenti memberi angin sorga kepada publik. Semua cara dilakukan. Seolah kita semua bodoh sehingga tidak bisa verifikasi kebenaran klaim mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, pandemi Covid-19 bukan menjadi faktor penyebab perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adanya kondisi negatif ekonomi negara lebih disebabkan karena tata kelola yang kurang tepat dari tim ekonomi pemerintah.

Menurut Rizal, keadaan ekonomi negara yang kurang menguntungkan saat ini telah terjadi satu setengah tahun yang lalu sebelum wabah virus corona menyerang Indonesia. Keadaan ini diperparah dengan hadirnya pandemi yang memberikan dampak luar biasa terhadap sektor strategis perekonomian nasional.

"Hari ini kita dalam suasana sulit. Bukan hanya karena corona. Karena kami sudah memperkirakan sejak satu setengah tahun yang lalu, ekonomi Indonesia sudah melambat, sudah lampu kuning bahkan lampu merah," ungkap Rizal dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Pengurus Pusat PMKRI, Jakarta, Jumat,(21/08/2020) yang lalu.

Pada kesempatan lain, mantan Menko Perekonomian itu mengatakan, pemerintah selalu saja menghembuskan angin surga. Rizal Ramli mengatakan, klaim pemerintah terhadap kondisi perekonomian nasional di tahun 2021 yang akan mengalami tren positif hingga 5,5 persen dinilai tidak realistis.

Pasalnya, katanya, angka-angka yang dipatok pemerintah itu tidak memiliki basis data yang kuat.

Hal itu disampaikan mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Pergerakan Indonesia Maju (PIM) bertajuk "Outlook 2021: National Economic Outlook", Kamis (14/1).

"Emang Pemerintah menjanjikan angin sorga. Oh enggak, wong tahun 2021 bakal balik lagi ke 5,5 persen begini, begitu. Mohon maaf, janji sorga itu tidak ada basisnya," kata mantan Menko Kemaritiman itu.

Dia mengatakan, sebelum Covid-19 saja pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,1 persen. “Ini kok Covid-19 masih tumbuh bisa 5,5 persen?" ujar bang RR, sapaan akbrab, Rizal Ramli.

Menurut RR, daya beli rakyat saat ini betul-betul hancur. Sebabnya, dalam analisanya, hal itu terjadi karena tidak ada pekerjaan gara-gara terdampak pandemi Covid-19.

"Tapi yang paling penting adalah daya likuiditas yang ada pada masyarakat disedot. Karena Pemerintah ngutang udah terlalu banyak. Artinya apa? Hanya untuk membayar bunga saja harus meminjam, makin lama makin berat,"katanya seperti dikutip ROML.

"Karena dia meminjam dia harus nerbitkan SUN (Surat Utang Negara) terus tambahan makin lama makin besar. Apa yang terjadi? Uang yang beredar di lembaga keuangan di masyarakat tersedot untuk beli SUN karena tingkat bunga SUN 2 persen lebih tinggi dari request itu," ujar mantan Kepala Bulog itu. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait