Nasional

Tiga Besar Presiden 30 Tahun

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 17/03/2021 21:30 WIB


Vladimir Putin, Joko Widodo dan Xi Jinping

Oleh Christianto Wibisono, penulis buku "Kencan Dinasti Menteng"

Opini, INDONEWS.ID - Mengikuti polemic dan talkshow YouTube tentang perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi, kita perlu memperhatikan anatomi empiris historis dengan 2 presiden superpower yang setara yaitu Vladimir Putin dari Rusia dan Xi Jinping dari Tiongkok.

Vladimir Putin naik jenjang aparat Partai Komunis Uni Soviet 1975–1991, lalu masuk FSB (wadah baru KHB setelah Uni Soviet bubar 1991). 4 tahun kemudian ikut Partai Our Home Rusia 1995-1999 lalu Partai Unity (1999–2001) dan United Russia (2008–12).

Putin lahir 7 Oktober 1952 dan pada usia 47 tahun 1999 melejit jadi Perdana Menteri dan Pejabat Presiden sampai 2000. Lalu Presiden (2000–2004, 2004–2008, 2012–2018 and May 2018 hingga kini).

Antara 2008 sampai 2012, Ia menjadi Perdana Menteri dan Dmitri Medvedev jadi Presiden hanya 1 term. Jadi Putin bergonta-ganti nama partainya dari Unity party dan the United Russia party lalu People`s Front, koalisi relawan 2011 untuk menaikkan citra United Russia.

Orang menyebut bahwa memakai wahana partai atau independent yang Berjaya adalah Putinism karena Putin sering mengklaim sebagai capres dari kelompok Independent (1991–95; 2001–08, 2012–sekarang).

Berdasarkan konstitusi baru Rusia yang disahkan 3 Juli 2020 dan berlaku mulai 4 Juli 2020, Putin masih bisa dipilih lagi untuk dua masa jabatan 6 tahun yang dihitung sejak akhir masa jabatan nanti 2024. Sehingga secara teoretis, Putih boleh jadi presiden sampai 2036, pada usia 84 tahun.

Mengikuti heboh gaduh polemik pro dan kontra perpanjangan jabatan Presiden Jokowi, petahana presiden ke-7 yang akan habis masa jabatannya pada Oktober 2024 Saking pusingnya, ada yang nyletuk sudahlah diperpanjang saja 21 tahun lagi sampai seabad Indonesia.

Toh di tahun 2045 itu, Presiden Jokowi juga baru berusia 84 tahun karena lahir 21 Juni 1961. Lho kenapa perlu diperpanjang 21 tahun? Ya supaya tidak kalah pamor dan lihay dari Putih. Supaya total masa jabatan Jokowi jadi 31 tahun sejak 20 Oktober 2014 – 20 Oktober 2045.

Jadi prestasinya menyamai presiden kedua Soeharto yang menjadi Pejabat Presiden sejak 12 Maret 1967 dan lengser 21 Mei 1998. Ini tentu wishful thinking yang tidak logis, tidak masuk akal bahkan “keluar dari akal sehat” out of mind” bukan sekedar “out of the box.”

Tapi Indonesia memang prototipe negara ajaib, yang selalu mengklaim lain daripada yang lain, yang berbeda dari negara lain tapi selalu bisa survive meskipun mengalam mutase bagaikan virus Covid yang mengubah pendulum nasib ideologi dan system politiknya dari presidensial ke parlementer, kohabitasi alias kumpul kebo presidensial parlementer dan sekarang mau kembali ke otoriterisme oligarki elitokrat mengklaim “atas nama opini rakyat”.

Selalu diklaim bahwa militer Indonesia berbeda dari Amerika Latin yang hobby junta militer dan atau militer Thailand yang gemar kudeta periodic dan jendral Myanmar yang berguru ke rezim Orba Golkar untuk menerapkan dwifungsi yang sudah mati suri di Indonesia sejak 1999.

Tapi nyatanya, oknum jendral Indonesia paling asyik terlibat dalam suksesi pergantian rezim politik berkuasa dengan pelbagai pola semi kudeta bahkan sejak awal Revolusi kemerdekaan. Misalnya kelompok Tan Malaka, punya pasukan di bawah Mayjen Sudarsono yang menculik PM Sutan Syahrir pada 27 Juni 1946 oleh kudeta 3 Juli 1946.

Ketua Mahkamah Agung pertama RI, Prof Kusumah Atmadja tegas menjatuhkan pidana penjara kepada komplotan Tan Malaka cs (seperti Mohamad Yamin, Sudarsono, dan gembong 3 Juli yang lain. Tan Malaka sempat bebas dari penjara waktu terjadi pemberontakan PKI Musso, tewas 31 Okt 1948) dan ironis tragisnya, malah tertembak mati oleh militer anti komunis pimpinan Lettu Sukoco.

Yang naik jadi kolonel dan menjadi Walikota Surabaya ke-9 (1965-1974). Sedang PM ke-3 RI Mr Amir Syarifudin (3 Juli 1947- 28 January 1948, orang Kristen pertama dan satu-satunya yang menduduki jabatan PM menggantikan Sutan Syahrir. Tewas dieksekusi 19 Des 1948 di desa Ngalian Solo, Lahir 27April 1907di Medan.

Bersama Amir, ada 10 tokoh dieksekusi yaitu Maruto Darusman, Suripno, Sarjono, Oey Gee Hwat, Harjono, Sukarno, Djokosoejono, Katamhadi, Ronomarsono, dan D. Mangku.

Semuanya dieksekusi pada pagi buta, 19 Desember 1948; beberapa jam sebelum Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua. Juli 1958 Nasution jadi letjen, Aug 1958 Kuomintang dilarang di Indonesia, 29 Mei 1961 Ahmad Husein menyerah.

Kolonel TNI (Purn) Mohamad Dahlan Djambek (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 1925 — meninggal di Palupuh, Agam, 13 September 1961 dalam usia 36 tahun tewas tertembak waktu akan menyerahkan diri.

Tokoh Permesta lain Kolonel Warrouw lahir 8 Sep 1917 juga ditembak mati oleh sesama Permesta Jan Timbuleng pada 16 Oktober 1960. Perang saudara terdahsyat adalah G30S menculik dan membunuh para jendaal Pahlawan Revolusi 1965.

Berdampak lengsernya Presiden Sukarno oleh Jendral Soeharto yang akan berkuasa 32 tahun sejak 1 Maret 1966 atau 31 tahun bila dihitung sejak jadi Pejabat Presiden 12 Maret 1967.

Xi Jinping adalah generasi ke-V elite politisi Tiongkok, putra Waperdam Xi Zhongzun, lahir 15 Juni 1953 dan menjadi Gubernur Fujian 1999-2002, Gubernur Zhejiang 2002-2007, Sekretaris PKT Shanghai mengganti Chen Liang Yu. Lalu sekretaris pertama Komite Tetap Politburio PKT Oktober 2007.

Sejak 2008 -2013 menjadi Wapres di bawah Presiden Hu Jintao. 14 Maret 2013 Presiden RRT dan tahun 2018 menghapuskan pembatasan masa jabatan yang memungkinkan dirinya jadi Presiden Seumur Hidup Tiongkok.

Sekarang berusia 68 tahun bila dipakai standard Putih 84 tahun baru pensiun, maka ia bisa menjabat sampai 2037.
Kenapa scenario Indonesia disamakan dengan Rusia dan RRT padahal kedua negara itu berbeda karena partai tunggal sedang Indonesia multi partai.

Tapi partai di Indonesia kualitasnya gurem dan dinasti keluarga sehingga partai hanya manut pada figure karismatik yang kebetulan duduk di tampuk kekuasaan.

Parlemen hanya mengukuhkan saja posisi yang sudah diduduki Bung Karno. Ketika Bung Karno dikup oleh MPRSnya Soeharto yang diketuai Jendral Nasution, maka para wakil rekyat dan partai semuanya ikut memecat Bung Karno.

Padahal di tahun 1963 mereka MPRS itu yang mengangkat Bung Karno jadi presiden seumur hidup. Setelah anggota PKI dipecat dari MPRS maka MPRS yang tahun 1963 menjilat Bung Karno dengan mengangkatnya sebagai Presiden Seumur Hidup memakzulkan Bung Karno tahun 1967.

Jadi elite Indonesia tidak kalah canggih dari KGB Uni Soviet FSB Rusia dan kelihatan Putih dalam berkomplot mengukuhkan kudeta di puncak kekuaaan melalui intrik.

Tulisan ini sekedar joke untuk meredam isu perpanjangan jabatan Presiden yang memerlukan pencerahan dan kenegarawanan. Sayang bahwa tidak ada kolumnis humor seperti Art Buchwald di AS yang menulis kolom humor politik yang sangat berbobot mempengaruhi elite Amerika Serikat.

Balapan presiden terlama sedunia, Indonesia pasti masuk juara dengan atau tanpa Jokowi presiden 3 periode kita sudah punya presiden 32 tahun Soeharto dan presiden 21 tahun Bung Karno. Mereka pasti masuk ranking penguasa terlama didunia. Sehingga Indonesia tetap kebagian medali atau piala presiden terlama dunia.

Barangkali Indonesia bisa menawarkan system presiden bergilir supaya semua ketum partai “kebagian jabatan presiden satu term saja”. Mungkin bisa diubah bahwa Presiden ke-7 akan menjadi Ketua MPR seumur hidup dan mulai 2024 presiden hanya satu term akan dipilih oleh MPR dengan Ketua MPR yang dijamin netral karena semua partai sepakat bergiliran menjadi presiden satu term.

Dengan demikian, 10 partai akan kebagian menjadi presiden dan atau wapres 2024-2074. Apa ini bukan joke yang too naïve to be true. Ya kita hanya bisa joke sebab memang kita tidak mungkin jadi politisi sekeras politburo Kremlin dan Zongnanhai. Tapi Dinasti Menteng pernah punya rezim partai petahana berkuasa yang sangat otoriter toh bisa jatuh juga oleh demo mahasiswa 1966 dan 1998.*

Artikel Lainnya