Nasional

Prabowo Hadiri KTT BRICS di Brasil, Xi Jinping dan Putin Absen

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 07/07/2025 11:57 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Brasil pada Minggu (6/7). Ini menjadi penampilan perdana Presiden Prabowo di forum ekonomi negara-negara berkembang utama tersebut, sejak Indonesia bergabung secara resmi dengan BRICS pada awal tahun ini.

Kehadiran Presiden Prabowo menandai komitmen Indonesia dalam memainkan peran strategis sebagai jembatan (bridge-builder) dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia menegaskan akan memanfaatkan forum BRICS untuk memperjuangkan tatanan global yang lebih adil dan inklusif.

"Presiden Prabowo yang hadir untuk pertama kalinya akan menggunakan kesempatan ini untuk menyuarakan sikap dan posisi Indonesia sebagai bridge-builder dalam berbagai isu global dan upaya kolektif di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu," demikian pernyataan Kemlu RI.

Sebagai anggota dari Global South sekaligus bagian dari G20, Indonesia disebut akan mendorong kerja sama global dalam bidang ekonomi, keuangan, pendidikan, dan teknologi.

Namun, pertemuan puncak BRICS tahun ini diwarnai dengan absennya dua tokoh penting: Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya dalam 12 tahun tidak menghadiri KTT BRICS. Ketidakhadiran ini terjadi di saat krusial, ketika negara-negara BRICS tengah menghadapi tenggat waktu negosiasi tarif baru dari Presiden AS Donald Trump yang akan berlaku 9 Juli. Absennya Xi disebut berisiko mengurangi peluang Tiongkok untuk menegaskan dirinya sebagai kekuatan tandingan AS.

Meski demikian, menurut profesor madya Universitas Nasional Singapura, Chong Ja Ian, absennya Xi tidak mencerminkan melemahnya komitmen Beijing terhadap BRICS. Tiongkok tetap mengirimkan Perdana Menteri Li Qiang sebagai utusan resmi.

“(BRICS) adalah bagian tak terpisahkan dari upaya Beijing untuk memastikannya tidak dikekang oleh sekutu AS,” ujar Chong dikutip dari CNN.

Ia menilai, Xi saat ini lebih fokus pada penanganan masalah ekonomi domestik di Tiongkok serta memiliki ekspektasi rendah terhadap capaian besar dari KTT tahun ini.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali absen karena ancaman penangkapan berdasarkan surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait konflik di Ukraina. Sebagai negara penandatangan Statuta Roma, Brasil berkewajiban menangkap Putin jika ia hadir secara fisik.

Putin sebelumnya juga tidak hadir dalam KTT BRICS 2023 di Afrika Selatan karena alasan yang sama. Ketidakhadiran Xi dan Putin menjadikan Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai figur sentral dalam KTT kali ini. Modi dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak sekaligus melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa juga dipastikan hadir.

Dengan dinamika ini, KTT BRICS 2025 menjadi momen penting bagi negara-negara anggota baru seperti Indonesia untuk menegaskan posisi strategisnya. BRICS yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan kini telah berkembang mencakup Indonesia, Mesir, Iran, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Dalam situasi geopolitik yang semakin kompleks, kehadiran aktif Indonesia di forum ini dinilai sebagai langkah diplomasi penting dalam memperkuat posisi negara berkembang dalam percaturan global.

Artikel Lainnya