Bisnis

Sembunyikan Postur APBN, Rizal Ramli: Menkeu Panik karena Anggaran Keropos

Oleh : very - Jum'at, 23/04/2021 22:42 WIB

Ekonom Senior, Dr. Rizal Ramli. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ada hal menarik di balik konferensi pers "APBN KITA” dalam edisi April 2022. Cerita menarik itu yakni Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tidak menyampaikan presentasi di bagian postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Setelah mendapat pertanyaan dari media, barulah pada ujung sesi acara Sri Mulyani meminta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk membuka data postur APBN yang hasilnya defisit melonjak 89,7 persen. 

Menanggapi fenomena tersebut, ekonom senior Rizal Ramli menilai, Menkeu Sri Mulyani sebagai bendahara negara tidak menjalankan fungsi transparansi karena berusaha menyembunyikan defisit APBN. 

Rizal Ramli menduga  bahwa anggaran pemerintah di APBN 2021 saat ini sudah rapuh akibat salah kelola dan karena dampak pandemi Covid-19.

"Transparansi anggaran semakin payah, baik kewenangan konstitional DPR soal budget telah diamputasi. Menkeu terbalik panik karena anggaran yang kropos, sehingga perlu sembunyi-sembunyi soal data," ujarnya melalui pesan singkat seperti dikutip Tribunnews, Kamis (22/4/2021). 

Di sisi lain, mantan menteri keuangan era Gus Dur itu menambahkan, posisi Menkeu di Indonesia biasanya memiliki pandangan dan kebijakan mengarah bukan ke ekonomi konstitusi. 

"Sejak Presiden SBY, Megawati, dan Jokowi cari Menkeu yang dianggap bisa diterima World Bank atau IMF. Itulah pintu masuk pikiran-pikiran dan kebijakan ekonomi neo-liberal, menyimpang dari ekonomi konstitusi," kata Rizal. 

Dia menambahkan, alasan Menkeu untuk memilih berkiblat ke IMF atau World Bank karena dinilai akan mendapat banyak pujian dan penghargaan pihak asing. 

"Banyak Menkeu dengan sengaja memilih garis pro IMF atau World Bank karena mereka akan memuji-muji menkeu tersebut kepada Presiden. Motto-nya `I scratch your back, You scratch my back`, saya puji-puji kamu, kamu puji-puji saya," pungkas Rizal Ramli. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait