Nasional

Muslim World Culture: Ramadhan Tradition in Some Countries

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 04/05/2021 11:45 WIB

Poster weibnar "Muslim World Culture: Ramadhan Tradition in Some Countries"

Jakarta, INDONEWS.ID - SD Bakti Mulya 400 menggelar acara khusus dalam rangka merayakan bulan suci Ramadhan 2021 berupa webinar yang terkait tradisi Ramadhan di berbagai negara yang dihadiri peserta didik.

Acara bertajuk "Muslim World Culture: Ramadhan Tradition in Some Countries" itu dilaksanakan pada Selasa, 4 Mei 2021 secara daring via aplikasi zoom.

Tampil sebagai moderator atau MC dalam acara yang disiarkan secara live melalui platform Youtube itu antara lain Rahardian Omar Pasha bersama Dyannisa Neyla Khumayra.

Sementara keynote speaker antara lain Rumeysa Yaman dari Istambul Turkey, Kenya Mizutani dari Nagoya Jepang dan Salma Adel Muhammad dari Alexandrya Mesir.

Dalam pemaparannya, Rumeysa Yaman menuturkan bahwa perayaan Ramadhan di Turky diwarnai dengan adanya tradisi Ramadhan Pita atau Ramadhan Pudesi. Ramazan pidesi adalah roti tanpa isi berbentuk melingkar dengan ukuran sebesar wajan dengan permukaan atasnya bertabur wijen dan jintan hitam.

Adapun corba adalah jenis sup khas Turki dengan berbagai macam isian atau campuran bergantung pada jenis corbanya. Ini merupakan menu utama saat berbuka di Turky. 

Selain itu, ada beberapa kekhasan saat Ramadhan tiba di Turky seperti Ramadhan Drummer, Karagoz dan Hacivat, Ramadhan Canon, dan lain-lain.

Sementara di Jepang, tradisi Ramadhan diwarnai dengan acara berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan. Umat Islam di Jepang akan berkumpul di Japan Islamic Centre dan membentuk semacam panitia bulan puasa yang bertugas menyusun kegiatan yang akan digelar selama bulan Ramadan.

Di Mesir, saat bulan Ramadhan tiba, umat Muslim akan memasang lampu Fanus di halaman rumah mereka. Tradisi ini konon dimulai sejak Dinasti Fattimiyah.

Kala itu, lampu Fanus dipasang untuk menyambut kedatangan pasukan Raja yang datang berkunjung menjelang datangnya bulan Ramadan.

Tak hanya itu, selama bulan puasa warga Muslim Mesir juga akan menyajikan hidangan manis bernama Kunafa. Seringnya hidangan pencuci mulut ini memang ditemukan saat ramadhan tiba.

Setelah para keynote speaker menyampaikan presentasi mengenai tradisi Ramadhan di negaranya masing-masing, giliran Omar dan rekannya mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan menarik dari Omar adalah mengulik soal jenis makanan yang disantap oleh masyarakat muslim Turky saat Ramadhan.

"Apakah masyarakat muslim di Turky makan roti saat Ramadhan? Apa rasanya atau harus dimakan dengan makanan lainnya?" tanya Omar.

"Ya, (masyarakat muslim Turky) makan roti. Tapi harus dimakan dengan keju, butter, selai kacang atau telur atau sejenisnya. Tapi kita juga ada makanan utama yang harus dimakan," jelas Rumeysa Yaman.

Dalam sesi tanya jawab, Omar dan rekannya bergantian memilih peserta untuk mengajukan sejumlah pertanyaan kepada keynote speaker.

Dalam sesi quiz berupaya menjawab pertanyaan yang diajukan para keynote speaker, Omar dan Mayra bergantian memberikan kesempatan pada perserta yang hadir untuk menjawab pertanyaan dari masing-masing speaker.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama diikuti dengan ucapan terima kasih dan juga salam dan pesan tetap menjaga kesehatan kepada keynote speaker dan semua peserta yang disampaikan Omar.*

Loading...

Artikel Terkait