Bisnis

Komika Sammy Notaslimboy: Rizal Ramli Pernah Ingatkan Kerugian PLN dan Garuda

Oleh : very - Sabtu, 05/06/2021 17:40 WIB

Ekonom Senior Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Keberadaan para pendengung bayaran atau yang lazim disebut dengan BuzzerRp di media sosial kembali mendapat kecaman dan cemoohan. Hal ini lantaran buntut dari kehadirannya berdampak pada meruginya sejumlah perusahaan milik negara, atau BUMN.

Pasalnya, kehadiran para buzzer tersebut membuat sejumlah pihak yang melakukan pengawasan dan kritik selalu diserang.

Hal itu misalnya terjadi dengan ekonom senior, Rizal Ramli yang selalu mendapat serangan dari para buzzer.

Kekesalan terhadap kehadiran para buzzer tersebut diluapkan seorang komika Sammy Notaslimboy.

“Soal Garuda dan PLN pak RR sudah ingatkan sebelumnya. Jejak digitalnya lengkap. Tapi kan biasanya dibunuh karakternya sama BuzzerRp atau pendukung garis keras pakai narasi ‘pecatan menteri’,” tulis Sammy melalui akun Twitter-nya, Jumat (4/6).

Aktivis 98 itu kini meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang telah menggunakan jasa BuzzerRp. Sebab, kini Indonesia harus mengalami kerugian yang besar dan sulit ditutup.

“Sekarang kalau udah rugi gede-gedean gimana? Biadab emang lu pada,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengatakan bahwa proyek Ibu Kota terus berjalan. “BUMN ruginya nggak bisa ditutup-tutupi lagi. Ibu kota baru mah jalan terus,” ujar Sammy.

Sammy mengatakan kerugian yang dialami PLN dan Garuda sebenarnya sudah diprediksi lama oleh ekonom senior, Rizal Ramli.

Seperti dikutip RMOL, sejak periode pertama Jokowi, ekonom senior itu sudah mewanti-wanti bahwa PLN akan merugi besar. Salah satu yang dia tentang adalah proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt.

Kala itu, Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu sudah mengingatkan bahwa proyek tersebut berbahaya bagi keuangan PLN.

Sebab, pertumbuhan ekonomi saat itu mandek di angka 5 persen, sehingga sulit bagi PLN untuk balik modal.

Tidak hanya PLN, Rizal Ramli juga sudah mengingatkan kepada Jokowi bahwa Garuda akan merugi besar sejak di periode pertama.

Mantan Menko Kemaritiman itu sempat mengkritik habis rencana Garuda membeli sejumlah pesawat jenis Airbus A350. Baginya, pesawat tersebut hanya cocok untuk rute luar negeri atau ke Eropa. Sementara kelas penerbangan ini bisnisnya sangat sengit.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa utang PT PLN mencapai Rp 500 triliun.

Sebelum itu, Dirut Garuda Irfan Setiaputra juga menguraikan kondisi keuangan di perusahaannya. Pada Bulan Mei misalnya, Garuda terlilit utang hingga Rp 70 triliun dan diprediksi utang akan bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait