Bisnis

Ramai Pengelolaan Dana Haji, Rizal Ramli: Pada Sembunyi Deh, Kebiasaan Lempar Batu Sembunyi Tangan

Oleh : very - Senin, 07/06/2021 19:15 WIB

Ekonom Senior, Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Ekonom Senior Rizal Ramli mengomentari pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait ke mana saja peruntukkan dana haji diinvestasikan.

Dalam video yang diunggah ulang oleh Rizal Ramli, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa dana haji bisa diperuntukkan untuk investasi pembangunan infrastruktur.

“Hayo, ngaku, siapa yang tanda tangan soal dana haji yang bisa dipakai untuk infraskruktur?” ujar Rizal Ramli dalam akun Twitter-nya @RamliRizal dipantau di Jakarta, Senin (7/6).

Mantan Menko Perekonomian itu mengatakan bahwa banyak pihak yang kini tengah bersembunyi setelah polemik batalnya keberangkatan haji 2021 mencuat ke permukaan.

“Sudah rame, pada sembunyi deh. Kebiasaan lempar batu sembunyi tangan,” ujar Rizal Ramli.

Seperti dikutip GenPI.co, diketahui bahwa video tersebut merupakan rekaman terkahir yang diambil pada saat Ma’ruf Amin masih menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam video itu, Ma’ruf Amin juga mengatakan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa dana haji bisa dikelola untuk berbagai hal. Salah satu yang menjadi sorotan yakni menyalurkan dana untuk kebutuhan infrastuktur.

“Kan memang boleh diinvestasikan. Sekarang saja mungkin ada Rp 35 triliun itu sudah digunakan untuk SUKUK. SUKUK itu surat berharga syariah negara,” ujar Ma’ruf Amin.

Tidak hanya itu, Ma’ruf Amin yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden itu juga mengatakan bahwa dirinya telah menandatangani fatwa dari dewan syariah MUI untuk menggunakan dana haji untuk kepentingan infrastruktur dan lain-lain.

Bantahan Jubir Wakil Presiden

Sementara itu, Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi membantah soal informasi tentang dana haji yang diinvestasikan untuk infrastruktur. Klarifikasi tersebut merespons beredarnya video Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin ketika membicarakan soal dana haji yang diinvestasikan dalam sebuah wawancara.

Seperti dikutip Kompas.com, Masduki memastikan bahwa video itu merupakan potongan video ketika Ma`ruf belum menjadi Wapres dan sedang menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Video tersebut beredar di kalangan masyarakat dan bertepatan dengan momentum saat pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan haji tahun ini.

"Ketika memberikan pernyataan terkait dana haji yang diinvestasikan, itu waktu sebelum jadi Wapres, waktu masih jadi Ketua MUI. Beliau diwawancara, bagaimana kalau dana haji diinvestasikan ke infrastruktur?" kata Masduki saat dihubungi wartawan, Senin (7/6/2021).

"Maka beliau memberikan pernyataan bahwa Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pasti akan mengamankan dana haji itu ke wilayah-wilayah yang aman," ujar Masduki.

Ia mengatakan, salah satu wilayah aman yang dimaksud Wapres Ma`ruf biasanya dalam bentuk Sukuk pemerintah. Jika ditaruh di Sukuk pemerintah, kata dia, maka keamanan dana haji tersebut terjamin bahkan mendapatkan imbal hasil atau bagian yang lebih tinggi.

"Karena tidak mungkin dana haji yang sekarang itu langsung untuk bangun infrastruktur, tidak boleh," ujarnya seperti dikutip Kompas.com.

"Tapi kalau dimasukkan ke investasi-investasi saham yang menguntungkan pemerintah, yang sangat terjamin amannya, itu boleh. Kira-kira begitu, waktu itu," lanjut Masduki.

Masduki mengatakan, hal senada juga sudah diungkapkan oleh Ketua BPKH Anggito Abimanyu sejak jauh-jauh hari. Ia menjelaskan, dana haji tersebut memiliki alasan tersendiri mengapa harus diinvestasikan.

Jika tidak diinvestasikan, kata dia, maka dana tersebut tidak akan berkembang. "Padahal, dana haji itu sebenarnya pemerintah mensubsidi biaya haji. Misalnya membayar Rp 35 juta untuk berangkat haji. Pada dasarnya ongkos total keseluruhan yang dibayarkan pemerintah Indonesia kepada proses haji yang ada di Arab Saudi mulai dari transport dan lainnya, total sekitar 70 juta," kata Masduki.

"Berarti harus ada dana separuh yang disubsidikan pemerintah kepada setiap jemaah haji yang berangkat. Nah separuhnya itu, kata Pak Anggito diinvestasikan ke wilayah yang aman. Bukan langsung dana investasi itu digunakan ke infrastruktur, enggak," lanjut dia.

Dana tersebut, katanya, disimpan di saham syariah sehingga keamanan dan kehalalannya terjamin. Oleh karena itu, apabila ada yang mengatakan bahwa dana haji yang tersimpan diperuntukkan untuk hal macam-macam, ia menegaskan, maka hal tersebut tidak benar. (Very)

Loading...

Artikel Terkait