Nasional

KH Wahab Chasbullah: Politik Bagi Warga NU Ibarat Air dan Teh

Oleh : very - Rabu, 21/07/2021 12:28 WIB

Dr. Rizal Ramli kedatangan para yokoh Nahdlatul Ulama Indonesia di kediamannya sebelum pandemi. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Salah satu pendiri, yang juga Ketua Umum KKNU 1926 atau NU Khittah, KH Wahab Chasbullah mengatakan bahwa politik bagi warga NU itu ibarat air dan teh. Keduanya mustahil dipisahkan.

“Pengurus NU, orang-orang NU, Anak anak muda NU harus mengerti dan menyadari bahwa NU memiliki tanggung jawab sangat bermakna dan sangat mulia. Tujuan politik warga NU dalam bernegara, yang kini sering hilang dan dilupakan, adalah tanggung jawab NU untuk pemenuhan kemaslahatan bangsa pemenuhan kesejahteraan dan kebutuhan rakyat. Jaminan keamanan dan kedamain rakyat, secara fisik, bathin, individual vidual dan kolektif,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (21/7).

KH Wahab, atau biasa disapa Gus Aam Wahib Wahab itu mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, bertugas untuk menjamin keamanan dan kedamaian rakyat serta membentengi gangguan rakyat dan bangsa, dalam wadah NKRI,  dari dalam maupun luar.

“Inilah ide negara yang diperjuangkan para pendiri NU melalui ‘Resolusi Jihad 1945’ yakni negara sebagai sarana untuk melengkapi dan mewujudkan kemaslahatan umat manusia,” ujarnya.

Di kalangan Kyai, katanya, dikenal dengan istilah Tasharruful Iman ala rraiyyah manu thun bil Maslahah (Kebijakan Seorang Penguasa kepada Rakyat-nya ditujukan untuk memenuhi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat).

Ada 3 tujuan penting dari srategi ber-negara yang menjiwai hakekat Pemerintah yang dibela dan dipejuangkan oleh orang-orang NU.

Pertama, siapapun yang berkuasa harus senantiasa melindungi sumber kehidupan yang paling asasi.

Kedua, menjaga negeri yang tercinta ini dari berbagai macam gangguan dari dalam maupun luar.

Ketiga, kewajiban memelihara dan melindungi tradisi beragama - kebudayaan bangsa kita.

“Inilah yang dimaksud dengan NU berpolitik pada level kebangsaan  "Politik Tingkat Tinggi",” ujarnya. (*)

Loading...

Artikel Terkait