Jakarta, INDONEWS.ID - Merayakan usia yang ke-45 Yayasan Pemilihan Model Indonesia (Yapmi) mencari bibit baru model Indonesia dengan menggelar Pemilihan Top Model. Menurut Ketua Yampi pemilihan dibagi dalam dua kategori, Mom and Kid dan Top Model, dan settiap peserta wajib mengenalkan budaya daerahnya.
Pemilihan Top di selenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dengan peserta dari seluruh Indonesia. Adapun para juri yang menilai adalah Meliyanti juri Model, Brigjen Pol. DR. Victor Pudjiadi, SPB, Fics, DFM, pembina Yapmi, DR. Suci Budhiani SP. DVE, M.KES, Congki Perwira pencipta lagu, dan Rusniawari Ayu Syahfitri SH., MH pengacara.
Iwan Setiawan Masse Ketua Yapmi mengatakan, untuk pemilihan "Mom and Kid" dibagi dua yaitu kategori A usia 3 - 6 tahun, B 7 - 10 tahun, C 11 - 15 tahun, sementara untuk peragawan dan peragawati 16 - 25 tahun.
Menurutnya, siapa pun yang keluar sebagai pemenang di ajang ini akan dibina seperti pemenang sebelumnya. Selama 45 tahun Yapmi hadir sudah banyak menelurkan model-model ternama, seperti Beby Kumalasari yang saat ini hadir mendukung pencarian Top Model Indonesia.
Dikatakan, tahun ini wakil dari Papua paling banyak, jumlahnya mencapai 20 orang sementara daerah lain 1 sampai 3 wakil. Kebetulan pemerintah daerahnya mendukung para wakil pemilihan ajang Top Model Indonesia, maka Papua bisa mengirim banyak wakil.
"Dan memang seharus di Indonesia ini para pemimpin daerah mendukung, dan memang seharusnya mereka di-back up oleh para Kepala Dinas seperti Dinas Pariwisata atau Kebudayaan", ungkapnya.
Tema pemilihan kali ini lebih ke arah mengenalkan budaya daerah, karena setiap peserta wajib menampilkan budaya daerahnya. Untuk fashion sendiri para peserta wajib menampilkan etnik daerahnya. " Seperti saya yang saya pakai saat ini, atau isteri saya pakai etnik dari Makassar bertema lontra", tambahnya.
Menurutnya, saat tampil nanti para peserta akan membawa ciri khas daerahnya, seperti Papua dengan Cendrawasihnya atau Kalimantan dengan ciri khasnya sendiri. Para peserta akan membawa kain khas daerahnya, maka pagelaran kali ini spektakuler karena kain yang selama ini kita tidak tahu ada di pagelaran tersebut.