Jakarta, INDONEWS.ID - Ibu Suharsi, salah satu nasabah PNM Mekaar Cabang Jebres adalah seorang pengusaha tahu. Perempuan setengah baya ini tinggal bersama suami dan tiga buah hatinya di sebuah rumah sederhana yang terletak di Kampung Krajan, Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.
Ibu Suharsi mengakui, semenjak mewabahnya pandemi COVID-19 di Indonesia, pukulan hebat masih dirasakan olehnya dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Berangkat dari banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu dari kebutuhan hidup sehari-hari, kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan sewa rumah setiap tahun, dirasa tidak mencukupi jika hanya menggantungkan dari hasil sebagai buruh pabrik tahu yang pada saat itu hanya mendapat upah sebesar Rp 25.000 per hari, semakin menipis karena adanya pandemi.
Hal tersebut membuat Ibu Suharsi dan suami memberanikan diri keluar dari pabrik tahu yang sudah ia geluti selama 6 tahun, dengan maksud berencana ingin memulai usaha tahu mandiri bersama suami. Tekad sudah bulat, dan keahlian sudah dimiliki, namun pada masa memulai usaha mandirinya ibu Suharsi dan suami mengalami kendala pada modal usaha.
Ibu Suharsi kemudian memutuskan untuk meminjam modal pada bank. Usahanya berjalan dengan baik, Ibu Suharsi mampu memproduksi tahu sebanyak 50 kg dengan sistem kerjasama dengan tetangganya; kedelainya dititipkan untuk digiling ke pabrik tahu tetangganya yang lebih besar dengan bayaran tertentu.
Namun naas, sistem kerjasama ini tidak membuat usaha Ibu Suharsi semakin menunjukan peningkatan, karena setiap hari laba dari produksi tahu sudah habis untuk sewa alat giling dan membayar angsuran di bank.
Akhirnya pada tahun 2017, Ibu Suharsi mencoba mengikuti program PNM Mekaar dari informasi tetangganya yang saat itu lebih dulu mengikuti program Mekaar.
Berawal dari modal usaha Rp 2.000.000 digunakan untuk membeli mesin giling kedelai bekas. 3 tahun berjalan, lambat laun usaha dan pendapatan ibu Suharsi meningkat. Jumlah produksi tahu Ibu Suharsi setiap harinya meningkat.
Ketika dulu produksi per hari hanya 50 kg, saat ini produksi per hari bisa Ibu Suharsi capai hingga lebih dari 200 kg. Dari segi omset pun meningkat, dari sebelumnya per hari omset nya Rp. 180.000 saat ini Ibu Suharsi bisa meraup omset hingga Rp. 2.800.000 per hari.
Di sisi lain, Ibu Suharsi merasa lega, karena berkat usahanya ini bukan hanya untuk mengentaskan pendidikan tiga anaknya, namun juga Ibu Suharsi dapat memberikan peluang pekerjaan bagi tetangga sekitar yang membutuhkan. Terhitung sampai saat ini terdapat 3 orang yang membantu Ibu Suharsi dan suami dalam produksi tahu.
“Semoga saya selalu diberi kesehatan untuk bisa terus semakin memajukan usaha saya, dan semakin memberi banyak manfaat bagi orang lain terutama di orang-orang sekitar yang membutuhkan. Harapan saya untuk PNM Mekaar, semoga PNM Mekaar selalu menjadi sahabat ibu-ibu yang mau berusaha dan tidak lelah mendampingi kami untuk menuju usaha yang lebih berkembang dan semakin maju,” ucap Ibu Suharsi