Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Arief Mulyadi mengatakan perusahaannya terus mengejar target penyaluran pembiayaan hingga mencapai Rp38 triliun.
Arief menuturkan bahwa total penyaluran pembiayaan hingga Agustus 2021 telah mencapai Rp29,8 triliun untuk program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
"Penyaluran Mekaar dan ULaMM masing-masing Rp27,8 triliun dan Rp1,96 triliun. Totalnya naik 137,4 persen [year-on-year/yoy] secara tahunan. Terutama ditopang Mekaar yang naik 144 persen [yoy]," ujarnya seperti dikutip Bisnis, Minggu (5/9/21).
Lebih lanjut, Arief merinci, total outstanding mencapai Rp29,25 triliun atau naik 72,2 persen (yoy), terdiri dari ULaMM Rp7,35 triliun dan Mekaar Rp21,89 triliun. Namun, non performing loan (NPL) gross lebih baik dari sebelumnya di 1,38 persen pada era pandemi ke 0,71 persen.
Arief menyampaikan bahwa pertumbuhan penyaluran ini terbesar ditopang oleh bertambahnya nasabah, sesuai amanat pemerintah agar PNM lebih banyak lagi membantu pelaku usaha mikro di pedesaan, terutama wanita dan mereka yang punya visi untuk naik kelas.
Nasabah program Mekaar untuk `emak-emak` pengusaha mikro telah mencapai 10,2 juta atau naik 55 persen, sementara program ULaMM yang menargetkan nasabah mikro yang telah naik kelas dan plafon pinjamannya naik telah mencapai 145.502 entitas atau naik dua kali lipat dari tahun lalu.
Capaian ini membuat perusahaan pembiyaan pelat merah ini menjadi penyalur pembiayaan berbasis kelompok terbesar di dunia, melampaui Grameen Bank di Bangladesh yang sebelumnya menjadi microfinance dengan jumlah nasabah terbesar di dunia.
Pada periode 2021, PNM menargetkan penyaluran di semua lini bisnisnya mencapai Rp38 triliun dengan catatan ditopang nasabah ekosistem Mekaar bertahan di atas 10 juta dan nasabah yang usahanya naik kelas mencapai 650.000 entitas.*