Bisnis

Pengusaha Bolivia Siap Tingkatkan Perdagangan dengan Indonesia Melalui INA-LAC Business Forum

Oleh : very - Kamis, 14/10/2021 11:12 WIB

Duta Besar RI untuk Peru dan Bolivia, Marina Estella Anwar Bey. (Foto: Humas Kedubes)

Bolivia, INDONEWS.ID -- Indonesia dan Bolivia memiliki hubungan ekonomi dan politik yang sangat baik sejak pembukaan hubungan diplomatik di tahun 1965.

Demikian diungkapkan oleh Duta Besar RI untuk Peru dan Bolivia, Marina Estella Anwar Bey, dalam seminar Economic Development and Business Opportunities in Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Lima bekerja sama dengan Fexpo Cruz Bolivia, di Santa Cruz, Bolivia pada tanggal 20 September 2021 lalu.

"Dalam hal ekonomi, kedua negara memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi namun tantangan terbesar adalah kurangnya people-to-people contact di antara kedua negara. Dengan adanya pandemi Covid dan kemajuan teknologi, jarak tidak lagi menjadi masalah untuk menghubungkan para pengusaha di kedua negara," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Kedubes.

Dalam kaitan ini, Dubes RI mengundang para pelaku bisnis di Bolivia untuk hadir pada Forum Bisnis Indonesia – Amerika Latin dan Karibia yang akan diselenggarakan secara hybrid dan virtual di Jakarta, 14 – 15 Oktober 2021.

Selain itu, para pengusaha Bolivia baik importir dan eksportir berpeluang untuk memasarkan dan mencari produk melalui platform ina-access.com yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia sebagai wadah untuk mempromosikan produk ekspor dan impor dari perusahaan Indonesia dan negara lain di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Hal ini mendapatkan tanggapan yang cukup baik dari para pengusaha Bolivia. Dalam kegiatan seminar tersebut, Director General of Export Promotion, Trade and Investment Agreements, Fernando Calderon, dan General Manager Fexpo Cruz, Raul Strauss, menyampaikan sambutan yang baik dari pemerintah dan swasta terhadap peluang bisnis yang dapat dilakukan dengan Indonesia. Dalam seminar hadir para peserta yang umumnya merupakan importir produk seperti aki kendaraan, produk mekanik, besi, mesin, dll.

Selanjutnya, Wakil Presiden Fexpo Cruz, Fausto Alvarez, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Bolivia akan mengembangkan kebijakan biodiesel sehingga pihaknya ingin belajar dari Indonesia tentang lahan sawit dan produksi biodiesel. Diharapkan pada tahun 2022, pihaknya dapat mengadakan kunjungan ke Indonesia untuk mempelajari lebih lanjut tentang rencana tersebut.

Selain seminar, Dubes RI juga mengadakan pertemuan dengan President IBCE (Instituto Boliviano Comercio Externo), Demetrio Henicke, dan mengundang Presiden IBCE beserta anggotanya untuk menghadiri kegiatan Forum Bisnis INALAC 2021 secara virtual dan memanfaatkan platform ina-access.com untuk mempromosikan produk serta mencari produk.

Dijelaskan bahwa platform ini bersifat gratis dan dapat menjadi wadah yang bagus untuk pengusaha Bolivia yang ingin menjajaki bisnis dengan perusahaan Indonesia.

Dubes RI juga mengunjungi warehouse perusahaan importasi Bolivia, Siles Importaciones, yang mengimpor produk sabun Indonesia selama 8 (delapan) tahun. Produk sabun Indonesia memiliki kualitas yang bagus sehingga sangat diminati di pasar Bolivia. Produk yang diekspor adalah sabun batang 75 gram dan sabun hotel 15 – 25 gram. Saat ini perusahaan mengalami kendala karena tingginya harga pengiriman kargo akibat pandemi  Covid. Diharapkan pada tahun 2022 harga pengiriman kargo akan kembali normal. ***

Loading...

Artikel Terkait