Nasional

Survei MMB: Karyawan Indonesia Merasa Didukung Perusahaan, Namun Kesenjangan Kesejahteraan Masih Jadi Kekhawatiran

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 25/11/2021 14:36 WIB

Mercer Marsh Benefit “Health on Demand” yang melibatkan 14.000 karyawan di seluruh dunia termasuk 1.000 karyawan di Indonesia ini menunjukkan bahwa 61% karyawan di Indonesia merasa kesejahteraannya diperhatikan oleh perusahaan, dibandingkan angka rata-rata Asia (48%) dan global (46%).

Jakarta, INDONEWS.ID – Mayoritas karyawan Indonesia sangat menghargai perusahaan yang memberikan dukungan yang baik di tempat kerja dan pengaturan kerja yang fleksibel, meskipun ada kekhawatiran mengenai kurangnya manfaat kesejahteraan bagi karyawan bergaji rendah.

Demikian diungkapkan dalam laporan hasil survei yang dirilis Mercer Marsh Benefit (MMB), sebuah perusahaan konsultan Sumber Daya Manusia (SDM) dan broker asuransi serta bagian dari Marsh McLennan secara virtual hari ini, Kamis (25/11/21).

“Kemampuan perusahaan dalam memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan ketangguhan karyawan menjadi salah satu temuan terpenting dari survei Health on Demand kami, khususnya di tengah situasi pandemi COVID-19 yang memberikan berbagai tantangan pada sistem kesehatan global,” ujar Douglas Ure, Presiden Direktur dan CEO PT Marsh Indonesia.

“Meskipun survei menunjukkan temuan positif, perusahaan-perusahaan di Indonesia harus terus melanjutkan dukungan mereka terhadap karyawan agar mereka dapat menarik dan mempertahankan karyawan yang terbaik,” tambahnya.

Wulan Gallacher, Senior Vice President, Employee Health & Benefit di Mercer Marsh Benefit Indonesia menambahkan berdasarkan hasil survei, pihaknya menyimpulkan bahwa ketika karyawan merasa diperhatikan oleh perusahaan, mereka akan betah bekerja, terlibat, dan berkembang.

Ia menegaskan, terlepas dari sikap positif dan ketangguhan karyawan Indonesia di masa yang penuh tantangan ini, demi kesuksesan perusahaan, sangat penting untuk meninjau manfaat kesejahteraan karyawan untuk memastikan manfaat yang ditawarkan sudah cukup beragam.

"Untuk mencerminkan lingkungan kerja yang modern, perusahaan harus mengembangkan strategi kesehatan mereka dengan memprioritaskan fleksibilitas, pilihan, budaya peduli, dan memperluas manfaat kesehatan dan kesejahteraan untuk mendukung karyawan,” ujar Wulan Gallacher.

Survei terbaru Mercer Marsh Benefit “Health on Demand” yang melibatkan 14.000 karyawan di seluruh dunia termasuk 1.000 karyawan di Indonesia ini menunjukkan bahwa 61% karyawan di Indonesia merasa kesejahteraannya diperhatikan oleh perusahaan, dibandingkan angka rata-rata Asia (48%) dan global (46%).

Selain itu, Indonesia juga menunjukkan persentase tertinggi (76%) dalam hal “menghargai dan sangat menghargai” fleksibilitas dalam bekerja dibandingkan dengan karyawan di negara Asia lainnya (65%) dan global (60%).

Namun, survei juga menunjukkan adanya kesenjangan manfaat kesejahteraan bagi karyawan dengan tingkat penghasilan tertentu. Dimana kurang dari setengah karyawan bergaji rendah (38%) memiliki manfaat kesehatan melalui perusahaan dibandingkan dengan karyawan yang bergaji lebih tinggi (59%).

Survei tersebut juga menemukan bahwa hampir 3 dari 5 (58%) karyawan Indonesia memberikan kepercayaan penuh kepada perusahaan mereka untuk memberikan solusi kesehatan yang berkualitas tinggi, nyaman, terjangkau, dan aman.

Dukungan tersebut terbukti memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan mereka, dimana hanya 17% karyawan di Indonesia yang merasa tidak percaya diri dengan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga, dibandingkan dengan karyawan di Asia (21%) dan global (24%).

Tingkat stres karyawan Indonesia pun lebih rendah (37%) dibandingkan dengan karyawan di Asia (51%) dan global (50%).
Program manfaat kesejahteraan yang beragam terbukti memiliki peran penting terhadap tingkat semangat dan loyalitas karyawan.

Dari seluruh karyawan yang memiliki lebih dari 6 manfaat kesejahteraan, sekitar 90% merasa lebih bersemangat bekerja dan lebih dari 60% merasa kecil kemungkinannya untuk meninggalkan perusahaan.

Karena pandemi telah menyebabkan dampak signifikan terhadap kesehatan mental, 66% karyawan mengatakan cakupan asuransi atau program yang dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan mental akan sangat berharga bagi mereka serta keluarga mereka.*

Sebagai informasi, Mercer March Benefits (MMB) lahir dari gabungan salah satu konsultan sumber daya manusia terbaik di dunia, pemimpin global di bidang penasihat manajemen risiko, dan perusahaan teknologi manfaat kesejahteraan karyawan nomor satu yang inovatif, untuk bergabung membentuk satu bisnis yang unik.

Bersama-sama, mereka telah menciptakan manfaat kesejahteraan bagi karyawan perusahaan yang paling diminati di seluruh dunia, baik bagi perusahaan kecil, perusahaan yang sedang berkembang, maupun perusahaan global. MMB berdiri dengan kuat, bersama 7.000 karyawan di 73 negara, dan melayani klien di lebih dari 150 negara.

MMB mengantar keahlian lokal ke lebih banyak tempat, bekerja berdampingan dengan klien, serta bekerja bersama rekan-rekan di Mercer dan Marsh di seluruh dunia. Mercer dan Marsh adalah dua bisnis dari Marsh McLennan (NYSE: MMC), bersama dengan Guy Carpenter dan Oliver Wyman.

Dengan jumlah 78.000 karyawan dan pendapatan tahunan sebesar lebih dari $18 miliar, melalui perusahaan-perusahaannya yang terkemuka, Marsh McLennan membantu klien menavigasi bisnis di lingkungan yang semakin dinamis dan kompleks.

Sementara Marsh adalah perusahaan pialang asuransi dan pengelolaan risiko terkait asuransi terkemuka di dunia. Dengan jumlah karyawan sekitar 40.000 orang dan beroperasi di lebih dari 130 negara, Marsh melayani klien berupa perusahaan komersial dan individu dengan memberikan layanan konsultasi dan solusi risiko berbasis data.

Marsh adalah unit bisnis dari Marsh McLennan (NYSE: MMC), perusahaan layanan profesional terkemuka di dunia dalam bidang risiko, strategi, dan sumber daya manusia.

Dengan pendapatan tahunan sebesar lebih dari $18 miliar, Marsh McLennan membantu klien menavigasi bisnis di lingkungan yang semakin dinamis dan kompleks melalui empat entitas terkemuka di dunia: Marsh, Guy Carpenter, Mercer, dan Oliver Wyman.*

Loading...

Artikel Terkait