Jambi, INDONEWS.ID – Tanaman Porang tengah mengeliat di Kabupaten Merangin. Namun demikian, Bappeda Merangin ingatkan dinas terkait untuk mengantisipasi antusias ini.
Sebelumnya, Gubernur Jambi, Al Haris telah melakukan secara simbolis penanaman Porang di Desa Langling, Kecamatan Bangko Jumat (14/1/2022) lalu.
Pada kesempatan itu, Haris juga menyerahkan kartu resmi Asosiasi Petani Porang Merangin (APPM) yang belakangan terus mengeliat.
Terkait hal itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Merangin, Agus Zainuddin mengatakan Porang merupakan tanaman baru yang tengah dikembangkan.
Pengembangan dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dengan Pemprov Jambi itu, berkembang dengan baik berikut produktivitasnya.
“Ada beberapa demplot oleh petani, ini juga sedang di kembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi,” katanya pada awak media di ruang kerjanya.
“Nah sekarang, minat masyarakat ini luar biasa. Nah, kita dorong ini. Tetapi, mohon juga dinas teknis untuk mengantisipasi jangan sampai nanti Porang panen raya, harga jatuh,” sambungnya.
Karena itu, pasar harus terbuka atau tersedia ketika panen raya terjadi. Dengan adanya pasar, Porang memiliki nilai jual, atau harga tak jauh dari ekspektasi.
“Nah ini yang harus kita antisipasi. Prinsip rencana harus terintergrasi,” katanya.
“Bagaimana nanti, mempersiapkan pasar untuk panen masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Merangin, Slamet Sudaryanto menyampaikan bila pihaknya telah menyiapkan beberapa hal terkait Porang.
“Kita melakukan pembinaan di kabupaten. Kita akan mempersiapkan petugas kita untuk ahli dalam porang. Yang kedua, petani juga kita siapkan untuk bisa membudidaya porang dengan baik,” katanya, Jumat (25/2/2022).
Budidaya Porang yang baik, sambut Slamet, mengingat tanaman ini merupakan komoditi ekspor. Hongkong, China, Jepang dan Korea bilangnya, mempunyai persyaratan dan kualitas tersendiri.
“Jepang beda dengan China. Maka dari itu, petani yang tergabung dalam asosiasi ini tidak terkendala dalam budidaya dan pemasaran. Itu fokus kami,” paparnya.
“Dalam budidaya mereka telah melakukannya, maka fokus kami adalah pembinaan budidaya. Budidaya mereka tidak boleh tidak sesuai permintaan pasar,” tegasnya.*(Erwin Majam)