Opini

Kronologi Kasus Telkomsel-GOTO

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 16/05/2022 20:51 WIB

Kronologi Kasus Telkomsel-GOTO.

Oleh: Agustinus Edy Kristianto

Opini, INDONEWS.ID - Siapa pun saya persilakan menyalin asal tak mengubah arti dan maksud. Tujuannya supaya pemirsa dinding saya yang wartawan mudah menulis berita; memudahkan pembaca yang advokat membangun teori kasus untuk pembuktian unsur tindak pidana; memudahkan pembaca yang aktivis antikorupsi untuk menyusun kampanye dan pelaporan ke penegak hukum (KPK, Kejagung, Kepolisian dsb); memudahkan pembaca mahasiswa untuk berdiskusi; memudahkan investor ritel jika ingin membuat pelaporan dugaan pelanggaran UU Pasar Modal ke OJK atau bersurat ke bursa; memudahkan masyarakat umum untuk bahan ngobrol di warung kopi atau membuat keputusan investasi personal.

Semoga begitu.

10 Desember 2015
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) didirikan berdasarkan Akta No. 133 domisili Kota Jakarta Selatan dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp2,54 miliar. Susunan pemegang saham adalah Sequoia Capital (20,7%), Nadiem Anwar Makarim (20,5%), NTH Gemma Inc (14,3%), NSI Moto Holdings (11,58%), Pacificse Enterprises Ltd (8,01%), Zander Universal Ltd (5,75%), dan lain-lain di bawah 5% (19,7%).

29 Juli 2019
Presiden Jokowi bertemu CEO Softbank Masayoshi Son di Istana Merdeka. Komisaris Utama Net Mediatama Wishnutama Kusubandio salah satu yang ikut pertemuan. Softbank menguasai setidaknya 40% saham Tokopedia (menurut dokumen Kr-Asia) melalui Softbank Vision Fund (29%) dan SB Global Champ Fund, SB Global Star Fund, SB PAN-ASIA Fund (8,8%). Selain Softbank, Alibaba melalui Taobao Cina Holdings menguasai 25% saham Tokopedia.

22 Oktober 2019
PT AKAB melakukan perubahan akta perseroan No. 118. Nama Garibaldi Thohir tercatat sebagai Komisaris Utama.

23 Oktober 2019
Presiden Jokowi melantik Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Erick Thohir dilantik sebagai Menteri BUMN. Nadiem Makarim dilantik sebagai Mendikbud (sebelum dilebur menjadi Mendikbud Ristek).

28 November 2019
Wishnutama diangkat sebagai Komisaris PT Tokopedia berdasarkan Akta Perubahan No. 271 (suatu hal yang dahulu saya permasalahkan karena dugaan pelanggaran aturan larangan rangkap jabatan sebagai pengurus perseroan swasta seperti diatur dalam UU Kementerian Negara yang sanksinya harus diberhentikan oleh presiden).

12 Januari 2020
Erick Thohir mengeluarkan kritik terhadap Telkom. "Enak jadi Telkom. Telkomsel (kasih) dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70%. Mendingan enggak ada Telkom. Langsung aja Telkomsel dimiliki oleh Kementerian BUMN. Dividennya jelas."

Laba bersih Telkom tahun 2019 sebesar Rp18,66 triliun. Sebagian besar memang ditopang Telkomsel.

30 Juni 2020
RUPS Telkom memutuskan perubahan komposisi pengurus perusahaan. Salah satunya mengangkat Ahmad Fikri Assegaf sebagai Komisaris. Ia adalah Co-Founder kantor hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP).

16 November 2020
Telkomsel (65% sahamnya dikuasai Telkom, 35% Singtel) membuat perjanjian dengan AKAB untuk investasi dalam bentuk Obligasi Konversi (CB) tanpa bunga sebesar US$150 juta (setara Rp2,1 triliun per 31 Des 2020). Jatuh tempo CB 16 November 2023.

Tertulis diklasifikasikan sebagai FVTPL (Fair Value to Profit & Loss). FVTPL adalah aset keuangan yang biasanya dimaksudkan untuk tujuan diperdagangkan dalam waktu dekat. Telkomsel juga memiliki opsi beli saham preferen sebesar US$300 juta (setara Rp4 triliun) yang dapat dieksekusi dalam waktu 12 bulan setelah tanggal efektif pada harga US$5.049/saham (Rp70 jutaan).

18 Desember 2020
AKAB melakukan pembelian saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp2,25 triliun pada harga pelaksanaan Rp1.150/lembar (setara 1,95 miliar lembar) melalui anak perusahaannya PT Dompet Karya Anak Bangsa (Gopay). Dengan demikian Grup Gojek menguasai 22,16% saham ARTO. ARTO ditutup melemah di harga Rp8.150 pada penutupan Jumat pekan lalu (sempat sampai Rp19.550 pada Januari 2022). Northstar Group, investor ARTO, juga merupakan salah satu investor Gojek.

23 Desember 2020
Wishnutama di-reshuffle. Diberhentikan sebagai Menteri Parekraf.

14 Februari 2021
Wishnutama diangkat sebagai Komisaris Utama Telkomsel.

17 Mei 2021
AKAB dan Tokopedia merger menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Konsultan hukumnya adalah Kantor Hukum AHP (Assegaf Hamzah & Partners).

18 Mei 2021
Telkomsel menandatangani Perjanjian Pembelian Saham GOTO. US$150 juta (Rp2,1 triliun) dikonversi menjadi 29.708 lembar. US$300 juta (Rp4,2 triliun) yang merupakan opsi beli menjadi 59.417 lembar. Totalnya dengan demikian 89.125 lembar saham senilai Rp6,3 triliun (harga US$5.049 (Rp70 juta)/lembar).

18 Mei 2021
CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengeluarkan pernyataan tentang rencana IPO GOTO di bursa Indonesia dan Amerika Serikat.

28 Mei 2021
AKAB melakukan perubahan akta No. 158. Garibaldi Thohir tercatat masih sebagai Komisaris Utama.

28 Mei 2021
RUPS Telkom merombak susunan pengurus. Salah satunya mengangkat Bono Daru Adji sebagai Komisaris Independen. Ia adalah Managing Partner Kantor Hukum AHP.

28 Mei 2021
Dirut Telkomsel Setyanto Hantoro dicopot, hanya sehari setelah meresmikan internet 5G Telkomsel pertama di Indonesia. Penggantinya Hendri Mulya Syam.

8 Juni 2021
Dewan Komisaris mengangkat Bono Daru Adji sebagai KETUA KOMITE AUDIT Telkom.

19 Oktober 2021
GOTO melakukan stock split. Jumlah kepemilikan saham Telkomsel di GOTO berubah dari 89.125 lembar menjadi 23,72 miliar lembar. Jika Rp6,3 triliun dibagi 23,72 lembar maka harga per lembarnya adalah Rp265,5.

29 Oktober 2021
AKAB (GOTO) melakukan perubahan akta No. 128. Terdapat perubahan pada status Garibaldi Thohir. Kini ia menjadi Komisaris Utama sekaligus pemegang saham Seri D GOTO sebanyak 1.054.287.487 lembar (setara Rp1.054.287.487 pada harga nominal Rp1/lembar).

4 Maret 2022
Garibaldi Thohir menuntaskan pembelian 34,64% saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) senilai Rp470,3 miliar. Dengan demikian, ia menjadi Pemegang Saham Pengendali TRIM.

16 Maret 2022
GOTO secara resmi mengumumkan IPO dengan harga penawaran Rp316-Rp346/lembar.

31 Maret 2022
Laporan Keuangan Telkom terbit. Tercantum keterangan adanya kerugian Rp881 miliar pada investasi Telkomsel di GOTO.

11 April 2022
Prospektus GOTO dilansir. Tercantum sebagai Penjamin Pelaksana Emisi adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). Konsultan Hukum adalah Kantor Hukum AHP.

Poin penting prospektus:

- Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak Rp40,6 miliar lembar. Harga Rp338/lembar. Nilai Rp13,7 triliun;

- GOTO mencatatkan Telkomsel sebagai kreditur pada pos pinjaman dari pihak selain bank jangka panjang sebesar Rp1,49 triliun (per 30 Desember 2020) dan nol (per 31 Juli 2021);

- Dana dari Telkomsel disebutkan untuk mendanai modal kerja dan pendanaan kegiatan umum lainnya yang sudah dilunasi pada Mei 2021;

- GOTO mengungkapkan jumlah asetnya sebesar Rp148,2 triliun (per 31 Juli 2021) dan Rp158,1 triliun (per September 2021). Dua terbesar berasal dari Goodwill Rp93,8 triliun dan aset tak berwujud Rp13,3 triliun berupa merek dagang, perangkat lunak, dan HUBUNGAN PELANGGAN;

- Aset GOTO disebutkan meningkat 392,3% menjadi Rp148,2 triliun pada 31 Juli 2021 dibandingkan dengan Rp30,1 triliun pada 31 Desember 2020. Kenaikan itu disebabkan adanya penerimaan dari penerbitan modal saham dan DAMPAK AKUISISI TOKOPEDIA pada Mei 2021 (ilustrasinya, misal, aset Tokopedia Rp30 triliun tapi dibeli di harga Rp120 triliun. Selisih Rp90 triliun adalah Goodwill, yang di masa depan diharapkan bisa terus naik nilainya dan menjadi sumber keuntungan);

- Terdapat ketentuan pada Perjanjian Kerjasama (layanan korporasi berbayar dan berbagi data) antara Telkomsel dan GOTO yang menyaratkan adanya kesamaan anggota Dewan Komisaris dengan GOTO (makanya Wishnutama jadi Komisaris Telkomsel dan Tokopedia).

13 Mei 2022
Harga saham GOTO anjlok 50% lebih sejak IPO ke Rp194/lembar. Setidaknya turun 26,9% dari harga pembelian oleh Telkomsel (Rp265,5).

Apa yang terjadi sejak IPO 11 April 2022 sampai 13 Mei 2022?

Saya kutip Broker Summary dari aplikasi IPOT.

Ternyata, terjadi penjualan terbanyak sebesar Rp1,09 triliun melalui broker LG (Trimegah yang dikendalikan Garibaldi Thohir) untuk All Trade (reguler, tunai, nego). Penjualan terbesar adalah di pasar nego sebesar Rp874,4 miliar. Pembelinya terbanyak melalui broker PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU) sebesar Rp1,6 triliun dan Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp1,1 triliun.

Tentunya, saudara-saudara, wajar dan patut bagi masyarakat mempertanyakan:

1. Bagaimana bisa BUMN memberikan modal kerja kepada perusahaan milik kakak Menteri BUMN sebesar triliunan rupiah? Apa dasarnya? Apakah tidak terjadi konflik kepentingan? Apakah kelayakan bisnisnya sudah dinilai secara patut? Apa betul nilai Tokopedia sampai Rp93 triliun? Apa saja asetnya? Apa saja yang bisa diambil oleh kurator jika ia pailit? Bagaimana mengeksekusi aset tak berwujud berupa hubungan pelanggan tadi?

2. Bagaimana bisa, Telkomsel yang keluar duit triliunan rupiah (lebih banyak dari modal GOTO) justru rugi, sementara LG bisa fasilitasi jualan sampai Rp1 triliun lebih begitu?

3. Bagaimana ceritanya, kakak Menteri BUMN tiba-tiba muncul sebagai pemegang 1 miliar lembar saham GOTO setelah adanya transaksi dengan Telkomsel?

4. Bagaimana bisa, konsultan hukum merger, konsultan hukum IPO, komisaris induk usaha (TLKM), ketua Komite Audit adalah dari pihak yang sama? Apakah tidak terjadi konflik kepentingan di situ?

5. Bagaimana bisa, Telkom santai-santai saja dalam rilis kemarin dengan terus ngoceh tentang ekosistem digital dsb, padahal secara akuntansi ia harus terus mencadangkan dana untuk menutup kerugian penurunan saham GOTO itu, yang tentu menggerus laba?

6. Bagaimana bisa, di mana akhlaknya, Menteri BUMN muncul di ATM, Tiktok, dan baliho for 2024, merayu rakyat untuk memilihnya, sementara ada peristiwa GOTO ini?

7. Bagaimana bisa, Presiden RI yang katanya hebat, bersih, dan baik itu diam saja melihat rangkaian kejadian di BUMN seperti ini? Tak melakukan apapun terhadap pembantunya yang sangat-sangat mungkin menjadi perkara di masa depan?

Baunya amis sekali, kita tak bisa tinggal diam.

Salam.

Loading...

Artikel Terkait