Nasional

Puisi "Bhayangkaraku" Istri Kapolda Sulbar Gema Pesan Persatuan di HUT ke-79 Bhayangkara

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 10/07/2025 22:35 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2025 diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di jajaran Polda Sulawesi Barat (Sulbar).

Namun, ada hal yang berbeda dan menyentuh dari perayaan tahun ini di Tanah Mandar. Sebuah puisi berjudul “Bhayangkaraku” yang dibacakan oleh istri Kapolda Sulbar, Miranti, menjadi sorotan karena sarat makna dan menggugah kesadaran kolektif.

Puisi tersebut menyuarakan nilai-nilai persatuan, cinta tanpa pamrih, dan semangat membangun negeri, terutama untuk masyarakat Sulawesi Barat. Dalam bait-baitnya, Miranti menekankan bahwa sekalipun seseorang bukan berasal dari suatu daerah, kecintaan terhadap tanah yang dipijak tetap dapat tumbuh dengan tulus dan kuat.

“Kami bukan lahir di sini. Kami tidak memiliki garis keturunan panjang yang mengakar dalam sejarah tanah ini. Namun kami mencintai tanpa pamrih, merawat seolah-olah tanah ini adalah warisan darah kami sendiri,” ucapnya dalam salah satu kutipan puisi tersebut.

Lebih lanjut, puisi itu juga menyinggung kekayaan budaya dan alam Sulbar, seperti tenun Kalumpang dan Sutra Mandar, sebagai simbol identitas dan kebanggaan lokal yang patut dirawat dan dijunjung tinggi.

Tak hanya menjadi persembahan sastra, “Bhayangkaraku” juga menyampaikan pesan tegas namun lembut: bahwa yang dibutuhkan Sulbar bukan hanya sumber daya, melainkan tekad dan kesatuan kolektif.

“Yang kurang bukanlah semangat atau sumber daya, melainkan tekad kolektif untuk bersatu demi masa depan bersama,” ujar Miranti menutup puisinya.

Narasi ditutup dengan pepatah lokal, “Ingga’e sisayangi, da’ tau sisara-sara,” yang berarti “Mari saling menyayangi, jangan saling menyakiti.” Sebuah ajakan untuk membangun masa depan dengan hati yang bersih dan penuh kasih.

Pesan dari puisi ini kini ramai diperbincangkan masyarakat karena menyentuh hati dan menyuarakan harapan akan Bhayangkara yang humanis dan berpihak pada rakyat.

“Dirgahayu Bhayangkaraku, jadilah abdi negara yang Satya Haprabu, berani menegakkan kebenaran. Setiap langkahmu adalah wujud bakti dan kesetiaan pada amanah,” tutup Miranti dalam peringatan tersebut.

Artikel Lainnya