Nasional

Ini Solusi Rizal Ramli Agar Petani Kita Bisa Mengejar Ketertinggalan dari Malaysia

Oleh : very - Rabu, 06/07/2022 13:31 WIB

Rizal Ramli saat mengunjungi Ponpes Modern Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, Selasa (5/7). (Foto: Ist)

Sukabumi, INDONEWS.ID – Ekonom senior Dr Rizal Ramli sangat memerhatikan nasib kaum petani di Indonesia. Menurutnya, persoalan kemiskinan petani harus mendapat prioritas untuk mencapai kesejahteraan bangsa.

Mantan Menko Perekonomian itu mengatakan, hingga saat ini pertanian masih terkendala oleh sejumlah persoalan seperti lahan, bibit, dan pupuk yang mahal, sehingga kita masih memiliki ketergantungan impor pangan dari negara lain.
 
Mantan Kepala Bulog itu mencontohkan perbandingan dengan negara tetangga seperti Malaysia yang memiliki pertanian yang lebih baik dibandingkan Indonesia.
 
"Kita tadi diskusikan bagaimana Indonesia lebih makmur, lebih mandiri, lebih inovatif supaya kita bisa kejar Malaysia. Dulu 40 tahun yang lalu Indonesia sama Malaysia sama miskinnya. Hari ini rakyat di Malaysia tiga kali lebih sejahtera dari Indonesia. Makanya 3 juta rakyat Indonesia itu bekerja di sana," kata Rizal Ramli saat mengunjungi Ponpes Modern Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, Selasa (5/7).
 
Menurut tokoh nasional tersebut, mayoritas para petani menjadi buruh tani, karena mereka tidak berkuasa atas lahan.

"Kita kan sama-sama pribumi, sama-sama muslim, bisa gak kita kejar Malaysia? Menurut saya bisa butuh waktu kurang dari 10 tahun agar rakyat kita lebih makmur. Caranya, petani kasih lahan, kasih bibit dan pupuk murah, dan pemerintah siapkan market. Nanti ketika rakyat Indonesia makmur, dia seperti petani di Malaysia, dia jadi bosnya aja," ujar Rizal Ramli seperti dikutip SinPo.id.
 
"Jadi kita harus ubah nasib bangsa kita bukan dengan cara cara biasa, tapi cara cara yang sudah terbukti," tuturnya.
 
Dia mencontohkan seperti hal yang telah dilakukan Ponpes Modern Dzikir Al Fath yang memiliki Intergrated Farm Education and Entrepreneurship (IFE2) di mana model pertanian yang terintegrasi dengan ternak untuk kebutuhan para santri.
 
"Saya kira sih pasti sangat membantu karena anak anak kota kita kan gak punya lahan pertanian, gak punya pengalaman menanam, dan lain lain. Jadi, selain fungsinya sebagai model pendidikan tempat ini juga bisa jadi kunjungan buat pelajar bagaimana sih pelihara ayam bagaimana sih pelihara ikan bagaimana integrated farming," ucapnya.
  
Dia mengatakan bahwa ide dan solusi untuk permasalahan tersebut akan diimplementasikan ketika dia maju sebagai presiden.
 
Namun, Rizal Ramli mengatakan wacana dirinya akan menjadi calon presiden masih diperjuangkan dengan menempuh penghapusan presidential Threshold.
 
"Itu tergantung kalau Threshold nya nol jadi bakal banyak calon baik pada level bupati, gubernur, dan presiden," katanya.
  
Dia mengatakan, kalau seleksi pemimpin yang kompetitif hasilnya pasti pemimpin-pemimpin yang amanah yang lebih bagus bukan seperti saat ini yang ditentukan oleh oligarki.
 
"Karena dalam prakteknya Munas oligarki lebih penting daripada Munas partai dan mereka akan tunjuk siapa yang akan jadi pengikutnya. Mereka yang bayarin kok. Jadi, Munas oligarki jadi lebih penting dari munas partai kalau sistem Threshold masih ada. Jadi, kita perlu hapuskan supaya yang nentukan itu rakyat bukan oligarki partai bukan oligarki bisnis," pungkasnya. ***

Loading...

Artikel Terkait