Nasional

Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia: Hikmat Hardono: Kita Ingin Dengar Pengalaman dari Akar Rumput

Oleh : Marsi Edon - Minggu, 25/09/2022 20:46 WIB

Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono.(Foto:Istimewa)

INDONEWS.ID - Gerakan Indonesia Mengajar melaksanakan Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 24-25 September di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta Pusat.

Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia menghadirkan para penggerak pendidikan dari beberapa wilayah, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar Hikmat Hardono menerangkan, Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia merupakan satu kesempatan terbaik, mengundang para guru dan penggerak pendidikan dari beberapa wilayah di bagian Indonesia Timur.

Menurutnya, dalam perjalanan Gerakan Indonesia Mengajar selama 12 tahun terakhir, banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar di Indonesia Timur. Karenanya, momentum ini menjadi kesempatan baik untuk mengumpulkan pelajaran yang ada dalam satu rangkaian Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia.

"Kami meyakini berdasarkan pengalaman kami selama 12 tahun terakhir ini, bahwa pelajaran - pelajaran yang ada di Indonesia Timur ini penting untuk kita kumpulkan, kita pelajari dan kita dengar bersama-sama dengan berbagai keragaman dan tantangan yang ada," jelas Hikmat Hardono kepada media di Gedung A Kemendikbud, Jakarta Pusat, Minggu, (25/9/2022)

Pada kesempatan tersebut, Hikmat Hardono menerangkan, pendidikan di Indonesia Timur memiliki tantangan dan masalah yang masih cukup serius sama seperti daerah lain di Indonesia. Namun, menurutnya, menyelesaikan masalah pendidikan di bagian Timur Indonesia tidak harus dengan menggunakan cara pandang pemerintah yang ada di Jakarta.

"Kita punya pemahaman bahwa menyelesaikan masalah pendidikan itu tidak harus diselesaikan dengan cara - cara tunggal dengan cara-cara yang seragam dari perspektif negara atau perspektif Jakarta," ungkapnya.

Kondisi Pendidikan di Timur Indonesia

Hikmat Hardono kemudian menerangkan, kondisi pendidikan di Timur Indonesia mulai dari Maluku, Papua, dan NTT, sebenarnya sangat beragam. Dalam pengamatannya, terdapat daerah-daerah yang memiliki kondisi saran dan prasarana pendidikan yang cukup baik.

Namun, ia tidak menampik bahwa masih terdapat daerah-daerah dengan kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang masih dianggap kurang layak. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut perhatian lebih dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga para pemerhati dunia pendidikan.

"Sebenarnya, sampai hari ini masih sangat menantang. Itu artinya kalau kita pilih cara fasilitas tidak selalu juga bahwa di Indonesia Timur rata-rata fasilitas kurang, tidak kayak gitu. Ada daerah yang fasilitas bagus tetapi ada juga tempat- tempat masih kurang atau perlu pembenahan," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tantangan paling serius dalam pembangunan pendidikan di Timur Indonesia saat ini yakni membangun kerja sama Pemda dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan suasa yang baik untuk pembenahan Sumber Daya Manusia.

"Tetapi tantangan terbesar itu adalah kita butuh ekosistem yang kuat di daerah sehingga guru-guru berkualitas itu bisa hadir dan selalu ada di tengah sekolah dan desa," ungkapnya.

Adapun pelaksanaan konferensi ini, tegasnya, dalam rangka menggali pengalaman dan menggalang dukungan pemerintah dan orang -orang di Jakarta untuk pembangunan manusia di Timur Indonesia.

"Intinya kita pengen dengar lebih baik dari akar rumput sekaligus juga menggalang orang-orang di Jakarta untuk mendengar lebih baik," katanya.

Partisipasi Masyarakat di Timur Indonesia dalam Pembangunan Pendidikan

Berkaitan dengan pembangunan pendidikan di Timur Indonesia, lanjutnya, tidak pernah terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat yang ada di Jakarta. Selain itu, kemajuan pendidikan di beberapa wilayah seperti Maluku, Papua dan NTT, tidak pernah lepas dari peran masyarakat dan organisasi gereja.

"Kalau secara umum, perspektif di Indonesia Timur yang kami temukan dari sudut pendanaan, ada partisipasi besar dari level negara, dari pemerintah. Tetapi partisipasi masyarakat baik dari warga maupun yayasan - yayasan pendidikan termasuk yayasan gereja dan partisipasi organisasi keagamaan, itu sebenarnya sangat besar," ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan baik pembanguan manusia dalam dunia pendidikan di wilayah Indonesia Timur, tidak terlepas dari peran besar organiasi gereja.

"Jadi, hadirnya sekolah - sekolah itu dan tumbuh besarnya pendidikan di kawasan itu, tidak disumbang oleh dukungan negara tetapi khususnya dari berbagai kalangan masyarakat termasuk khususnya organisasi gereja," terangnya.

Ia pun berharap, pelaksanaan Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia ini, menjadi kesempatan baik untuk membagi pengalaman bersama terutama para penggerak pendidikan selama ini. Selain itu, konferensi ini merupakan momentum untuk saling mendukung antara sesama para pendidik dalam memajukan pendidikan Indonesia.

"Harapannya, guru- guru dan penggerak itu selalu tabah dan sabar menghadapi semua tantangan dan kerumitan ini , dan kita sama - sama bisa mengajak partisipasi dari seluruh warga termasuk di Jakarta untuk memajukan pendidikan di Indonesia," tutupnya.*

Artikel Terkait