Jakarta, INDONEWS.ID - Anak yang mendapatkan obat ini kondisi kesehatan cenderung membaik. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksano
menceritakan obat penawar untuk pasien gangguan ginjal akut didatangkan dari Singapura dalam jumlah terbatas.
Obat itu langsung didistribusikan ke sejumlah rumah sakit dengan jumlah pasien tinggi seperti rumah sakit Cipto Mangunkusumo, RSUP DR Sardjito RSUP Ngurah Bali.
Ketersediaan obat fomepizole di Singapura juga terbatas, tinggal 10 vial. Jadi kami bekerja sama dengan Unicef akan minta bantuan Australia.
Obat antidotum fomepizole digunakan sebagai penawar racun dari senyawa etilen glikol, untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Dosisnya 0,6 miligram per kilogram berat badan perhari.
"Obat ini bukan obat baru yang baru diteliti, sudah banyak referensi terkait pemberian obat ini!" Kata Eka Laksmi sekertaris nefrologi ikatan dokter anak Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berupaya mendatangkan setidaknya 200 vial fomepizole. Ini akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang merawat pasien gangguan ginjal akut. setiap satu vial ini diperkirakan harganya Rp16 juta dan penggunaannya sesuai kebutuhan.
"Mudah mudahan ini bisa menurunkan fatality rate (tingkat kematian). Sebab kita tahu tingkat kematian dari penyakit ini sangat tinggi," tutur Budi Gunadi.
Sampai saat ini dilaporkan sudah mencapai 241 kasus, tersebar di 22 propinsi tingkat kematian nya sudah mencapai 55,1% atau 133 anak anak yang meninggal.
Presiden Jokowi dan wapres Maruf Amin meminta menteri kesehatan dan BPOM lebih selektif dalam memberikan ijin edar obat obatan kepada masyarakat. Dan pengawasan terhadap industri obat harus benar benar ketat.*(Zaenal)