Nasional

Burjo dan Warmindo Tidak Pernah Bertengkar

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 04/11/2022 17:02 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Burjo dan Warmindo tidak pernah Bertengkar! Siapa di antara mereka yang paling Kuningan.

BURJO bubur kacang ijo, konspirasi urang Sunda di kampus-kampus Jawa, Jogja, Malang, Surabaya, Solo, Semarang bahkan Jakarta.

Memberi asupan gizi bagi mahasiswa berkantong cekak.
Konon revolusi Perancis dimulai dari warung Burjo yang pernah bikin iri Singapura.

Bagaimana tidak, cuma bermodal semangkok bubur hangat, kopi pahit, gorengan, mahasiswa teknik mahasiswa politik bisa diskusi berjam-jam?

Topiknya mulai dari pak camat selingkuh, politisi yang tanam bibit padi di tengah hujan sampai persiapan demo di jalan esok hari.

Ini yang bikin warga negara Singapura iri hati, keluar dari rumah jam 9 malam, boro-boro lihat tetangga, di daerah Cilandak keluar jam 1 malam masih bisa nongkrong sama tetangga sambil nikmatin semangkok bubur kacang ijo ketan hitam.

BURJO yang dipopulerkan oleh lurah Salim Sanca tahun 1947 di Kuningan Jawa Barat itu tercatat dalam buku karya Sukiman dkk (2006).

Kini tergerus "WARMINDO" warung makanan Indomie. Warung BURJO yang tersisa didatangi bogosari sukses makmur. Warungnya dibikin seragam dengan spanduk latar yang hampir sama.

Lim Durahim (52), Ketua Paguyuban warga Kuningan di Jogjakarta mulai gelisah. Seharusnya Burjo dan Indomie itu klop. Tapi setelah muncul Warmindo, kini dangdang dan panci buburnya lebih banyak kosong, anak-anak muda, mahasiswa lebih suka menyantap mie instan daripada makanan sehat seperti Burjo.

Sudahlah mang Lim, jangankan kau risaukan nasehat leluhurmu tentang kearifan menjaga kelestarian pangan rakyat, Menteri Pertanian bahkan presiden sekalipun tidak mampu mencegah petani bawang putih yang 100% sudah kapok menanam.

Petani kedelai yang 80% sudah hijrah ke tanaman lain, bentar lagi petani kacang hijau pun bakal mengalami nasib yang sama.

Dahulu satu mangkuk Burjo kalian sisihkan lima ratus rupiah buat pembangunan di kampung kalian di Kuningan. Kini mangkuk kalian terisi onggokan mie yang entah gandum nya dari antah berantah. Tragis!*(Zaenal)

Artikel Lainnya