Opini

RIP PRAM

Oleh : luska - Senin, 06/02/2023 10:49 WIB


Penulis: Pande K.Trimayuni 

6 Februari adalah hari lahir Pramoedya Ananta Toer bin Mastoer. Sastrawan besar yang jejaknya kuat tertinggal dalam perjalanan sastra Indonesia.   Almarhum Pram telah wafat pada 30 April 2006 silam dalam usia 81 tahun. 

Sebelumnya pada tahun 2003 (20 tahun yang lalu), saya beruntung berkesempatan untuk membahas karya alm. Pramoedya dan almh. Prof. Toeti Heraty tentang Calonarang bersama  *Max Lane* (Ahli politik dari Australia, penulis Unifinished Nation) dan *Gadis Arivia* (Dosen Filsafat UI) dgn moderator maestro filsafat *Tommy F. Awuy* di Taman Ismail Mardzoeki, Jakarta. 

Ya, Alm. Pram dan Almh. Prof. Toeti Heraty sama-sama terpikat dengan kisah Calon Arang. Kisah yang juga masih hidup dan ditampilkan dalam kegiatan seni budaya masyarakat Jawa dan Bali sampai saat ini. 

Seperti diketahui Calon Arang adalah kisah klasik yang diyakini terjadi pada masa kerajaan Daha/Kediri di Jawa Timur yang sarat dimensi politik, filsafat dan budaya.

Perjalanan menuju presentasi tersebut saya lalui dengan bertemu beberapa kali dengan Pramoedya Ananta Toer dan juga Prof. Toeti Heraty. Sungguh saya merasa sangat beruntung dapat belajar langsung dari dua tokoh super hebat sastra Indonesia tentang proses kreatif pembuatan karya mereka. Meneliti dan mempresentasikan pemikiran saya tentang karya mereka berdua adalah kehormatan. Dan dapat dibayangnya dagdigdug nya ketika saya mengulas tentang Calon Arang tepat dihadapan dua penulisnya yang mendengarkan secara langsung kata demi kata yang keluar dari mulut saya tentang karya mereka. 

Saya datang ke rumah Alm. Pram dan mendiskusikan karyanya. Hal yg sama saya lakukan thd Alm. Prof. Toeti Heraty juga. Kedua tokoh besar Indonesia tersebut kini sudah tiada. Namun demikian, pembelajaran yg diberikan masih tersimpan rapi dalam kenangan. Semoga beliau berdua beristirahat dlm damai bahagia. 

Doa khusus utk Pak Pram di hari lahirnya ini. RIP Pram🙏🌿

Artikel Lainnya