Penulis : Rachmad Bahari
Banyak dan sering bertanya mengapa saya sering menggunakan bus untuk perjalanan jarak jauh? Pertama karena ada ikatan emosional. Almarhum bapak saya bekerja di perusahaan bus antarkota yang sudah ada sejak 1930an dan kini sudah tidak ada. Bapak saya bekerja di PO NV Eva sejak pertengahan 50an hingga beliau meninggal dunia November 1965. Meskipun hanya enam tahun ditunggu bapak, tapi kenangan itu membekas dan tak pernah terlupakan. Sering diajak bapak ke garasi yang kini berubah menjadi RS Kasih Ibu Surakarta. Sejak kecil saya sudah tahu apa nama onderdeel mesin bus. Di dunia perbusan, manusia seperti bapakku itu langka. Berbasis sebagai teknisi atau montir dan kemudian menjadi kepala bengkel, bapak juga sering diminta bosnya di bidang operasional, menjadi kondektur dan kadang-kadang kontrolir. Hanya menjadi sopir saja yang bapakku gak pernah padahal punya rebewijs (sekarang SIM) B2 umum yang bisa mengemukakan truk gandengan. Bapak juga ditunjuk mengatur rotasi awak bus, mana yang jalan, mana yang istirahat. Hal itulah yang membuat adanya ikatan emosional saya dengan bus.
Pada waktu itu merek chassis bus yang digunakan hampir semuanya berasal dari AS, tepatnya tiga besar Detroit, GM Chryslee, dan Ford. Dari GM ada De Soto, Chevrolet, GMC, dari Chrysler ada Dodge dan Fargo, dari Ford ada Ford, Fomoco, dan Ford Dagenham England seperti Bedford dan Thames Trader, dan sedikit merk Eropa seperti Mercedes Benz. Semua bus jadul pada dasarnya didirikan di atas chassis truk berbentuk rangka tangga (ladder frame) dengan mesin di ujung depan sehingga memiliki banget atau hidung. Bus masa kini ada yang dibangun di atas chassis ladder frame, space frame, bahkan ada yang monocouqe (cangkang tanpa chassis seperti sedan). Di aras chassis bus kemudian dibuat carroserrie (karoseri) berbahan dasar kayu. Bus dengan karoseri logam mulai masuk Indonesia dalam kondisi build-up atau utuh ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962, berupa bus Mercedes Benz bermesin belakang, medium bus yang kemudian menjadi cikal-bakal Metromini dan bus Jatinegara-Cikampek, dan belakangan masuk bus merek Robur asal Jerman Timur. Perusahaan karoseri logam pertama di Indonesia adalah Superior Coach yang merupakan lisensi dari AS berlokasi di Cawang Jakarta Timur bersebelahan dengan pabrik farmasi PT Schanchemie (PT Tempo) yang dulu membuat APC Plus kemudian Bodrex dan derivatnya.
Bus di AS memang disebut coach, tapi bukan trainer atau pelatih. Bahasa Indonesia kadang-kadang juga inkosisten bus berasal dari kata pinjaman asing autobus dan diindonesiakan menjadi otobus. Sedang kata Indonesia untuk truk adalah prahoto kenapa juga bukan otoprah. Hal serupa terjadi pada pasfoto dan fotokopi. Mengapa fotokopi bukan kopifoto. Fotokopi bisa dimaknai sebagai foto berisi gambar kopi. Itu problem semantik saja.
Bagi yang jarang bepergian, masih menganggap situasi salah satu moda transportasi publik itu seperti gambaran masa lalu kumuh, jorok, kotor, ramai dengan calo, jadwal tak pasti dan kriminogenik seperti banyak copet dan anasir jahat lainnya.
Banyak yang tidak tahu bahwa transformasi bukan hanya di dunia perkeretapian saja, di perbusan juga telah dan akan terus berlangsung. Di angkutan perkotaan BRT mulai menggantikan peran bus kota, dimulai dari Transjakarta dan kini mulai tumbuh di kota-kota besar lainnya. Bus antarkota juga terjadi transformasi baik yang dilakukan BUMN seperti DAMRI, maupun PO (perusahaan otobus) swasta. Bus AKAP jarak jauh hampir tidak ada yang tidak berpendingin udara. Bus non AC hanya terdapat pada AKDP jarak menengah dan sedang, itupun jumlahnya terus menyusut. Bus kategori ekonomi dengan formasi tempat duduk 2-3 kini hampir semua berpendingin udara para mania bus menyebutnya ATB (AC Tarif Biasa) baik yang boemel (lambat), PATAS (cepat terbatas), maupun bus cepat point to point tanpa mengambil penumpang di luar agen resmi.
Calon penumpang kini dihadapkan banyak pilihan, ekonomi, VIP eksekutif super eksekutif, hingga sleeper. Para PO kini berlomba-lomba meningkatkan kualitas pelayanan seperti melalui tol transjawa secara penuh sehingga waktu tempuh lebih singkat, chassis bus premium, suspensi udara, karoseri kedap suara, seat yang mewah dengan berbagai formasi, toilet yang bersih, konektivitas komunikasi melalui wifi, dan service makan yang enak yang sudah termasuk dalam harga tiket.
Tiket bus juga bisa dibeli melalui aplikasi terbuka seperti traveloka, redbus, tiket.com, dll juga aplikasi eksklusif milik PO seperti Rosalia Indah dan Lorena. Tiket bus jauh lebih murah dari tiket KA jarak menengah dan jauh untuk kelas yang setara kecuali untuk KA berstatus PSO. Mungkin karena KA harus menggunakan BBM non subsidi sementara angkutan umum orang dan barang milik swasta masih menggunakan biosolar subsidi meskipun jumlah pembeliannya dicatu dan dibatasi.
Bicara tentang bus yang menurut KBBI adalah kendaraan angkutan bermotor yang dapat memuat banyak penumpang dalam jumlah banyak dan memiliki empat roda atau lebih. Bermotor artinya digerakkan oleh mesin dengan motor bakar menggunakan migas, dan alkohol. Ada juga bus listrik yang digerakkan motor listrik bertenaga baterai.
Bus berbentuk kotak, karena bentuknya ada bus yang tidak bermotor tapi berfungsi sebagai penampung atau perantara. Kotak surat (berasal dari bahasa Belanda brieven bus) yang disediakan kantor pos untuk menampung surat-surat yang akan dikirim ke tujuan menggunakan jasa pos. Kotak surat juga ada yang dipasang di rumah untuk menampung surat-surat terkirim.
Dalam dunia komputer juga dikenal istilah bus berupa perangkat yang berfungsi sebagai pengantar listrik dan (atau) data untuk dikirim ke dalam subsistem komputer. Orang banyak yang menggunakan USB tanpa tahu kepanjangannya yakni universal serial bus yang sering terlihat berupa kotak pada ujung kabel data dan flashdisk. Karenanya banyak orang salah kaprah menyebut flashdisk dengan USB.
Oh ya, hampir lupa ada kata bus yang populer yakni omnibus. Berasal dari kata omni yang berarti semua dan bus yang berarti penampung atau pengangkut. Kerja secara omnibus artinya bekerja secara bersama dengan aneka macam tujuan, yang berbeda dengan bekerjasama yang berdasar satu tujuan Kerja secara omnibus biasanya dilakukan karena efisiensi dan penghematan anggaran.
Omnibus law artinya hukum atau undang-undang yang mengatur berbagai masalah yang memiliki irisan untuk menghilangkan tumpang tindih. Koalisi besar yang ramai menghiasi pemberitaan apakah bisa disebut sebagai koalisi omnibus. Kalau yang ini lebih baik ditanyakan kepada pakar ilmu politik atau munsyi (pakar bahasa). Maklumlah pemahaman yang saya miliki masih berada pada tataran elementer.
Soloensis