Jakarta, INDONEWS.ID - Besok direncanakan akan dilakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Yordania untuk membahas keadaan di Gaza.
Seperti diketahui, dalam Forum Shangri-La Dialogue, Presiden Terpilih Prabowo Subianto telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian. Prabowo juga akan mengirim rumah sakit yang akan merawat anak-anak dan rakyat di Gaza.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Menhan Prabowo itu adalah dalam rangka mewujudkan Koalisi Kemanusiaan atau Coalliton of Humanity.
“Dan hal ini, dapat menjadi tawaran Indonesia bagi negara-negara yang hadir di KTT Yordania,” ujar Hikmahanto dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/6).
Koalisi ini, kata Rektor Universitas Jenderal A. Yani ini, mirip Coallition of the Willing yang dibentuk AS pada tahun 2003 saat hendak menginvasi Irak dan menangkap Saddam Hussein serta mencari senjata pemusnah massal setelah tidak mendapatkan mandat dari DK PBB yang saat itu diveto oleh Prancis.
Hikmahanto mengatakan, saat ini banyak negara yang sudah mengecam tindakan Israel. Kecaman tersebut tidak hanya negara yang berpenduduk mayoritas Islam tetapi juga negara-negara Eropa bahkan masyarakat seperti mahasiswa di universitas-universitas ternama di AS.
“Hanya saja mereka masih mengecam belum mengambil tindakan konkrit. Bahkan PBB pun seolah tidak berkutik karena veto yang dimiliki oleh AS untuk mendukung segala kebijakan PM Nethanyahu terkait Gaza,” katanya.
Hikmahanto mengatakan, Prabowo sudah berani menginisiasi tindakan konkrit dan berani. Konkrit karena pasukan militer Indonesia bisa di-deploy atau dikerahkan kapan saja pada saat gencatan senjata disetujui.
Sementara berani karena bila gencatan senjata terwujud sewaktu-waktu bisa terjadi pelanggaran dan pasukan militer Indonesia berada di dalam situasi perang yang bisa mengancam nyawa pasukan Indonesia.
Selanjutnya, rumah sakit tentara yang akan dibangun untuk mengobati anak-anak Palestina ini dalam rangka kemanusiaan.
Demikian juga para calon mahasiswa asal Palestina di Universitas Pertahanan (Unhan) juga dalam rangka kemanusiaan dimana perang bisa terus berkecamuk namun penyiapan generasi muda Palestina terus dipersiapkan.
“Jadi di KTT Yordania, Pak Prabowo bisa menyampaikan hal ini dan meminta negara-negara dari berbagai yang hadir untuk tergabung dalam koalisi kemanusiaan dalam menghadapi kekejaman Israel,” pungkasnya. ***