Daerah

Pertemuan Pj Bupati Maybrat dengan Pencaker/Honorer Daerah

Oleh : luska - Selasa, 02/07/2024 16:45 WIB

Maybrat, INDONEWS ID - Pj Bupati Maybrat, Dr. Bernhard Eduard Rondonuwu, S.Sos, M.Si, memimpin apel ASN serta melakukan pertemuan dengan pencari kerja (pencaker) /  honorer daerah (Honda) di halaman kantor Pemda Maybrat. Pertemuan ini dihadiri oleh Pj. Sekda Kab. Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si, beserta seluruh pimpinan OPD dan kepala dinas. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas status dan proses pengurusan pencaker / honorer daerah yang berjumlah. 

Dr. Bernhard menekankan pentingnya mengikuti peraturan dan tahapan yang telah ditetapkan dalam proses pengurusan honorer daerah. Semua pihak diminta untuk berkomitmen dalam mengikuti  sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk memastikan proses pengurusan tenaga honorer berjalan dengan baik, Dr. Bernhard telah mengarahkan tim khusus pengurusan pencaker/honorer daerah dan koordinator pencaker/honorer daerah untuk selalu intensif berkoordinasi. Koordinasi yang baik antar tim sangat penting untuk memastikan semua tahapan proses pengurusan berjalan sesuai rencana. Dr. Bernhard juga meminta tim khusus untuk melakukan verifikasi dan validasi data secara teliti, memastikan data sesuai dengan jumlah tenaga honorer yang ada. Selain itu, tim khusus diminta untuk memberikan laporan perkembangan secara berkala agar proses ini dapat dipantau dengan baik. 

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Bernhard menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan para ASN, termasuk tenaga honorer, dengan memastikan mereka mendapatkan hak-hak sesuai aturan yang berlaku. Selain hak, para ASN juga diingatkan untuk menjalankan kewajiban mereka dengan baik dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Jika kinerja mereka dinilai baik, masa kerja mereka akan diperpanjang. Dengan demikian, kesejahteraan dan keberlangsungan kerja para ASN dapat terjamin. Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas tenaga honorer dalam melaksanakan tugas mereka.

Pj Bupati juga menegaskan agar  tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar atau hoax. Informasi yang tidak valid dapat menimbulkan perpecahan dan ketidakstabilan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, Dr. Bernhard mengingatkan untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Kedisiplinan dalam menyaring informasi sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan solidaritas antar ASN dan tenaga honorer.

Artikel Terkait