Jakarta, INDONEWS.ID - Diaspora Indonesia yang tinggal di Jerman pernah menggelar pagelaran sendratari dalam cerita Candra Kirana pada tahun 2019, yang di garap oleh tiga dara sebagai Art Director diantaranya, Asika Meryl (mahasiswi Arsitek di Darmstardt), Priska Alexandrie Balondo dan Brigitta Klaresta. dan mereka mewadahi kegiatan budaya ini dalam wadah Pesona Indonesia and Friends.
Mengulang sejarah pada tanggal 29 Juni 2024, mereka kembali menggelar pentas budaya berkelas dunia dengan judul " Nusa Apsara - a journey of nature's essence" yang mendapatkan pujian bertubi-tubi dari 360 penonton dalam dua kali sesi pertunjukan di Frankfurt, Jerman. Serta didukung oleh 35 penari,20 pemain angklung dan 40 kru tenaga pendukung dibalik layar, ujar Etty .P. Theresia salah satu pengarah tim kreatif.
Menurut Asika Meryl yang saat ini masih menyelesaikan studi S2 Manajemen di Sheffield di Inggris awal ide ini berasal dari dia, lalu dikomunikasikan kepada sahabat-sahabatnya (Pesona Indonesia & Friends) dan lahirlah Tari spektakuler Nusa Apsara kreasi modern dalam empat elemen.Elemen tanah: diwakili tarian Dewi Sri dewi kesuburan tanah dalam menghasilkan padi, elemen air oleh tarian Nyi Rara Kidul yang sangat melegenda di Indonesia, elemen api Kisah Gunung berapi oleh Dewi Anjani, dan elemen udara oleh Dewi Nawang Wulan yang saat kembali terbang ke Khayangan melalui udara bebas, demikian imbuh Priska Alexandrie Balondo kepada Indonews secara daring.
Pagelaran akbar dihadiri oleh tamu- tamu kehormatan seperti, Konsul Jenderal Republik Indonesia beserta isteri: Konsul Jenderal Republik Indonesia Jerman bapak Antonius Yudi Triantoro,beserta isteri dan jajaran staf Konjen sebagai tuan rumah, Wakil Konsul Jenderal Turki, Korea Selatan, Kolombia atas undangan bapak Antonius tersebut sekaligus mempromosikan Manajemen Pemasaran Internasional melalui pagelaran kreasi budaya Indonesia ke manca negara.
Kisah perjalan panjang dari Nusa Apsara ini melibatkan pemain angklung MKIF ( Masyarakat Katolik Indonesia di Frankfurt), penari penari diapora dari Hassen, Munich dan lain lain yang semuanya sukarela.
Acara ini juga dilengkapi bazar makanan khas Indonesia seperti Bakso,Nasi Bakar, Nasi Campur Bali, dan es campur menemani para pemirsa di musim panas negara Jerman itu.
Menurut ke tiga art director tersebut, bahwa acara ini diseponsori pribadi para diaspora yang sukses dan tidak mau disebutkan namanya, dan harapan ketiga pengarah kreatif tersebut Pagelaran Gala Tari ini bisa berkelanjutan,dan mengharumkan nama Indonesia.