Nasional

Kepala Basarnas Tinjau Proses Evakuasi Korban Longsor Tambang di Desa Tulobalo Gorontalo

Oleh : luska - Rabu, 10/07/2024 09:36 WIB

Gorontalo, INDONEWS.ID - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Kusworo didampingi Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Edi Prakoso bertolak ke Gorontalo untuk meninjau proses pencarian evakuasi korban longsor tambang di Desa Tulobalo Gorontalo, Selasa (9/7/2024). 

Tiba di posko terpadu Kabasarnas bersama Direktur Operasi, Kepala Kantor SAR Gorontalo, Pj. Gubernur Gorontalo,  Kapolda Gorontalo, Danrem 133 Nani Wartabone, Kabinda Gorontalo, dan Bupati Bone Bolango memantau perkembangan dan kendala yang dihadapi di lokasi kejadian. 

Selanjutnya Kepala Basarnas dan rombongan bergeser ke lokasi Helipad untuk memantau dan memastikan keamanan saat helikopter Basarnas dikerahkan dan mendarat di lokasi tersebut.  Kepala Basarnas juga meminta salah satu personil mengoperasikan drone untuk mengecek akses ke lokasi yang sekiranya sulit dijangkau. 

Kepala Basarnas menyampaikan bahwa untuk evakuasi lanjutan diprediksi masih akan kesulitan dengan kendala cuaca, terlebih akses jalan yang cukup ekstrim memakan waktu 4-5 jam perjalanan darat. Selain itu longsor juga terjadi di beberapa lokasi yang terbagi atas 4 titik.

"Satu-satunya langkah efesien kedepan untuk melakukan evakuasi dengan alat berat. Selain itu helikopter juga direncanakan akan ditambah namun masih terkendala dengan dengan cuaca," jelasnya.

Kepala Basarnas menambahkan untuk personil bantuan telah bertambah dari Kantkr Pusat Basarnas dan Kantor SAR Manado yang berjumlah 40 orang termasuk Basarnas Special Group (BSG) yang telah di latih bertugas di daerah terpencil.

"Sistem penugasan untuk personil akan saling bergantian membantu personil yang sudah turun di hari sebelumnya untuk menjaga staminah personil," pungkasnya. 

Seperti yang diketahui longsor tambang di Desa Tulabolo terjadi pada Sabtu (6/7/2024) lalu. Korban sementara hingga berita ini diturunkan berjumlah 131 orang dengan rincian korban selamat 23, meninggal dunia 73, dan dalam pencarian 35. Jumlah korban bersifat sementara dan dapat berubah jika ada laporan kembali dari warga.

Artikel Terkait