Nasib Pelatih Timnas China, Branko Ivankovic di ujung tanduk karena terancam dipecat jika kalah melawan Timnas Indonesia.
Laga krusial tim berjuluk Naga melawan Tim Merah Putih akan berlangsung di Qingdao Youth Football Stadium dalam lanjutan Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Branko Ivankovic satu-satunya pelatih yang saat ini berada dalam tekanan tinggi karena gagal memetik kemenangan di tiga laga terakhir.
Akibat kegagalan sang pelatih asal Kroasia itu, Timnas China terlempar ke dasar klasemen sementara kualifikasi Grup C, Piala Dunia 2026 zona Asia, dengan nilai masih kosong.
Sialnya lagi, dalam tiga kekalahan beruntung, China kebobolan 12 gol. Saat lawan Jepang, kebobolan 7 gol, lawan Australia 3 gol dan lawan Arab Saudi kebobolan 2 gol.
Selama tiga pertandingan, skuad Naga hanya mencetak 2 gol, yaitu saat lawan Australia dan Arab Saudi.
Jika ditarik ke laga yang lebih banyak lagi, prestasi Branko sejatinya sangat parah.
Dari tujuh pertandingan terakhir, timnya hanya menang 1 kali, 2 kali seri, dan 4 kali kalah.
Tampak sekali tumpulnya lini serang dan rapuhnya barusan belakang Maga. Terkonfirmasi dari banyaknya kebobolan dan sedikit gol yang dicetak.
Merosotnya perfoma Timnas China, dari peringkat 79 FIFA menjadi peringkat 91 dunia membuat para penggemar China geram dan mendesak Branko segera mundur dari jabatannya.
Maka laga melawan Timnas Indonesia bisa jadi akan menentukan nasib pelatih asal Kroasia itu.
Sohu, media lokal China melaporkan, Asosiasi Sepak Bola China (CFA) telah mempertimbangkan untuk mendepak Ivankovic jika gagal menang.
"China harus menang melawan Timnas Indonesia. Jika tidak bisa, kemungkinan besar pelatih akan langsung kehilangan pekerjaannya."
Karena itu, ada pula deal dengan pelatih agar saat melawan Indonesia, tim besutannya harus menang.
Sebab, kemenangan sangat penting untuk memulihkan kepercayaan diri tim Naga.
"Untuk sementara, Ivankovic akan tetap bertahan, tapi situasi saat ini sungguh sulit," tambahnya.
Diketahui, Branko Ivankovic didapuk sebagai pelatih Dragon Team pada Februari 2024 lalu. Dia menggantikan posisi pelatih Aleksandar Jankovic kala itu.
Pergantian itu sekaligus menegaskan tekad untuk menghidupkan kembali peluang China meraih tiket ke Piala Dunia 2026.
Namun, alih-alih mewujudkan harapan besar, kinerja Ivankovic malah mengecewakan para pencinta bola negeri Tirai Bambu itu.
Tim Naga kini terus mengalami kemunduran di peringkat FIFA hingga saat ini menempati peringkat 91 dunia dari posisi 79 saat Ivankovic mengambil alih.
Media China banyak memuat analisis bahwa laga melawan Indonesia akan menjadi kesempatan terakhir bagi Branko Ivankovic.