Bisnis

Bahas Potensi Energi Baru dan Terbarukan, Perusahaan Energi Asal China Xinyi Energy, Bertemu Pertamina NRE Hari Ini

Oleh : very - Selasa, 25/11/2025 18:48 WIB


Xinyi Energy, perusahaan energi baru dan terbarukan terkemuka dari China melakukan pertemuan dengan Pertamina New Renewable Energy (NRE) anak perusahaan Pertamina, di kantor Pertamina NRE Jl. Medan Merdeka Timur Selasa 25 November 2025. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Xinyi Energy, perusahaan energi baru dan terbarukan terkemuka dari China melakukan pertemuan dengan Pertamina New Renewable Energy (NRE), anak perusahaan Pertamina, di kantor Pertamina NRE Jl. Medan Merdeka Timur Selasa 25 November 2025.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Director of Project and Operation Pertamina NRE, Norman Ginting, VP Project Management & Acceleration, Dimas Ruliandi, Manager Planning & Evaluation Technology & Engineering, Henny Triana dan Alisa.

Sementara itu, dari Xinyi Energy hadir Deputy CEO of Xinkai, Sun Wenli, Business Development, Ahmad Agum Baharuddin dan Senior Advisor, Ismeth Wibowo.

Ismeth Wibowo mengatakan, pertemuan untuk membahas potensi investasi Xinyi Energy khususnya di bidang Energi Baru dan Terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan BESS (Battery Energy Storage System) dan lain-lain.

Ismeth menambahkan bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga surya ini juga untuk membantu program pemerintah khususnya untuk 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kami berharap agar Xinyi Solar dapat berpartisipasi melengkapi 80.000 Koperasi Desa Merah Putih dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau solar panel,” ujar Ismeth.

Dia menambahkan bahwa Xinyi Group telah menanamkan modalnya sebesar USD 600 juta untuk membangun pabrik kaca di Gresik Jawa Timur.

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menitipkan agar Koperasi Desa Merah Putih dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hal itu dilakukan agar desa bisa swasembada energi.

"Presiden kemarin pada pertemuan di Hambalang menambahkan kegiatan bahwa Kooperasi Desa nanti juga akan dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel," kata Ferry di Kemenkop, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintahan Prabowo menargetkan bisa membangun Pembangkit Listrik Tenaga suray (PLTS) di tiap Desa dengan kapasitas hingga 1,5 Mega Watt (MW). Kelak, kapasitas total PLTS di setiap Desa di Indonesia akan mencapai 100 Giga Watt (GW).

"Seluruh Indonesia. Kan itu program Bapak Presiden yang satu desa, 1 sampai 1,5 MW solar panel ya," kata Bahlil di sela acara 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE), di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Pemerintah bakal menggenjot pembangunan PLTS hingga 2034. Hal tersebut menyusul disahkannya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025-2034.

Dari seluruh jenis kapasitas pembangkit energi bersih yang akan dibangun di dalam RUPTL baru, sumber energi surya memiliki porsi yang cukup besar yakni 17,1 GW. *

Artikel Lainnya