Pepatah lawas `Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi-jadi` sepertinya tepat disematkan kepada sosok bintang Argentina Lionel Messi.
Pemain yang sudah tidak muda lagi karena sudah berusia 36 tahun, nampaknya belum redup menebar magis kepada lawan tandingnya.
Pagi ini, dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, Rabu (16/10) pagi WIB. Messi Hattrick dan Dua Assist, Messi cs (cum suibus) menghancurkan Bolivia 6-0.
Dalam laga ini, La Pulga alias si Kutu menyumbang 3 gol alias hattrick dan dua assist dari 6 gol yang membuat Bolivia menderita.
Bahkan, baru saja pertandingan memasuki menit ke-19, mantan bintang Barcelona itu membuka keran gol bagi timnya, hingga membawa Albiceleste unggul 1-0.
Gol ini terjadi saat Messi berada dalam posisi bebas, Lautaro Martinez lantas mengirim bola ke Messi yang beradu kecepatan dengan pemain belakang Bolivia.
Dari kotak penalti, bola dia ceploskan dengan kaki kiri ke sisi kiri penjaga gawang Guillermo Viscarra yang tak sanggup menjangkaunya.
Magisnya Messi makin menjadi-jadi ketika mendapatkan peluang mencetak gol kedua, namun dia menyok bola di kakinya ke arah Lautaro Martinez yang bebas dari pengawalan di sisi kanan kiper.
Gol ini terjadi melalui skema serangan balik cepat khas Argentina. Julian Alvarez yang mendapat bola, langsung mengirim ke Messi yang sedang berlari mencari ruang kosong.
Di area ruang tembak terbuka, Messi malah memilih mengoper ke Lautaro yang dieksekusi sempurna Lautaro ke gawang yang sudah terbuka lebar.
Memasuki menit ketiga masa injury time, giliran Alvarez yang mencetak gol setelah menerima umpan dari Messi. Menariknya, Alvarez mengecoh kiper dengan mengaku bola pantul ke tanah.
Skor 3-0 menutup babak pertama untuk kenangan skuad besutan Lionel Scaloni.
Unggul tiga gol membuat Messi cs makin menguasai pertandingan di babak kedua. Pada babak kedua ini, giliran Nicolas Otamendi menambah gol saat memasuki menit keempat.
Gol ini lagi-lagi bermula dari umpan Messi ke Enzo Fernandez yang kemudian mengirim umpan lambung ke arah tiang jauh.
Otamendi ada di sana dan langsung menyundul bola masuk ke dalam gawang.
Hanya saja, gol ini kemudian dianulir karena Otamendi berada dalam posisi offside lewat pantauan VAR.
Di babak kedua, Lionel Scaloni menurunkan sejumlah pemain pengganti, antara lain Thiago Almada menggantikan Alvarez.
Sementara Nico Paz diplot menggantikan Lautaro Martinez dan Messi tetap berada di lapangan.
Masuknya Almada tak sia-sia, dia mencetak gol saat baru berada di lapangan selama lima menit usai sukses meneruskan umpan matang Nahuel Molina.
Keputusan Scaloni mempertahankan Messi di lapangan terbayar tuntas karena Messi mencetak dua gol tambahan di menit ke-84 dan 86.
Gol kedua Messi tercipta lewat aksi magis individu yang luar biasa usai mendapat bola dari Exequiel Palacios.
Setelah dia merusak pertahanan Bolivia lewat aksi individu, bintang yang kini main di Inter Miami itu melepaskan tembakan mendatar dengan kaki kanan. Bola bersarang di gawang Bolivia
Lalu, Messi memastikan hattrick lewat gol yang sering jadi ciri khas dirinya yaitu melakukan umpan 1-2 dengan Nico Paz lalu melepaskan tembakan kaki kiri sesaat setelah memasuki kotak penalti.
Kemenangan 6-0 membawa Argentina kokoh di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 202 6 zona Conmebol.
Argentina di puncak dengan mengantongi 22 poin, disusul Kolombia 19 poin, Uruguay 16 poin, Brasil 16 poin, Ekuador 13 poin, Paraguay 13 poin, Bolivia terlempar ke ranking 7 dengan 12 poin
Susunan Pemain
Argentina (4-3-3)
Geronimo Rulli; Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi (Lisandro Martinez 73), Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul (Exequiel Palacios 65), Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister (Leandro Paredes 66); Lionel Messi, Lautaro Martinez (Nico Paz 73), Julian Alvarez (Thiago Almada 65)
Bolivia (5-4-1)
Guillermo Viscarra; Diego Medina, Luis Haquin, Marcelo Suarez, Jose Sagredo, Roberto Fernandez (Luis Paz 67); Miguelito (Lucas Chavez 67), Robson Matheus, Gabriel Villamil, Ramiro Vaca; Carmelo Algaranaz