Internasional

Pasukan Israel Gusur Menara Pantau Pasukan PBB di Lebanon Selatan

Oleh : donatus nador - Senin, 21/10/2024 11:32 WIB


Tentara Israel menggusur menara pengawas pasukan smentara PBB (UNIFIL) di Lebanon selatan di distrik Tyre, pada Minggu (20/10). Tentara Israel menghancurkan menara dengan menggunakan alat berat buldoser. Foto CNBC

Beirut, INDONEWS.ID-Tentara Israel menggusur menara pengawas pasukan smentara PBB (UNIFIL) di Lebanon selatan di distrik Tyre, pada Minggu (20/10). Tentara Israel menghancurkan menara dengan menggunakan alat berat buldoser.

Pejabat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dala sebuah pernyataan mengatakan, sebuah buldoser IDF (tentara Israel) dengan sengaja menghancurkan menara pengawas dan pagar pembatas di salah satu pos UN di Marwahin.

"Kami kembali mengingatkan IDF dan semua pihak terkait tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB, serta menghormati kedaulatan lokasi-lokasi PBB setiap saat," tulis pernyataan itu.

Pejabat keamanan perdamaian ini mengatakan bahwa pelanggaran terhadap pos PBB dan kerusakan pada aset PBB merupakan pelanggaran.

"Ini sebuah pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701," tegas pernyataan itu.

Diketahui, Resolusi PBB 1701, yang diadopsi pada tahun 2006, menyerukan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

Resolusi ini disertai dengan penetapan zona demiliterisasi antara Garis Biru (Blue Line), perbatasan Lebanon-Israel, dan Sungai Litani, di mana hanya pasukan Lebanon dan UNIFIL yang berwenang beroperasi di sana.

Dalam beberapa hari terakhir ini, Israel kerap menyerang posisi UNIFIL di Lebanon selatan hingga memicu kecaman global dan kekhawatiran akan kecenderungan aksi militer yang lebih luas.

Penggusuran menara pantau juga terjadi bersamaan dengan serangan udara Israel yang menyasar Hizbullah di seluruh Lebanon.

Israel juga melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon dengan dalih menargetkan Hizbullah sejak 23 September.

Sejak itu, lebih dari 1.500 orang tewas dan menyebabkan lebih dari 1,34 juta orang mengungsi.

Paling brutal serangan udara Israel di kota Beit Lahia, Gaza utara, telah meningkat menjadi 87 orang, merujuk j pernyataan Kementerian Kesehatan pada Minggu (20/10).

Pernyataan kementerian itu menambahkan bahwa lebih dari 40 orang lainnya juga terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara mematikan di kota itu pada Sabtu (19/10) malam, menghancurkan seluruh blok pemukiman.

Artikel Lainnya