Internasional

Belum Balas Serangan Rudal Iran, Rumah Netanyahu Diintai Drone, Ini yang Disiapkan Israel

Oleh : donatus nador - Selasa, 22/10/2024 10:24 WIB


Hingga kini Israel belum melakukan serangan balasan terhadap Iran atas serangan besar-besaran menggunakan sekitar 200-an rudal balistik ke Israel pada Selasa (1/10/2024). foro dok/CNN

Jakarta, INDONEWS.ID- Hingga kini Israel belum melakukan serangan balasan terhadap Iran atas serangan besar-besaran menggunakan sekitar 200-an rudal balistik ke Israel pada Selasa (1/10/2024).

Alih-alih membalas, kediaman Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Caesarea, utara ibu kota Tel Aviv, Sabtu (19/10/1/2024) diintai drone yang diduga ingin membunuh petinggi Israel tersebut.

Beruntung, saat pesawat nirawak yang diluncurkan dari Lebanon itu menghantam kediaman PM Israel itu, Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara tidak berada di rumah.

Juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari mengkonfirmasi bahwa sebuah pesawat nirawak "menghantam sebuah gedung di Caesarea, sebuah upaya mencoba membunuh perdana menteri".

Merespons ancaman pembunuhan tersebut, amarah Netanyahu tumpah dan berjanji membalas setiap pertumpahan darah.

"Siapa pun yang mencoba melukai warga Israel akan membayar harga yang mahal," kata Netanyahu dalam videonya yang dialamatkan ke Teheran dan Hizbullah di Lebanon.

Netanyahu menegaskan bahwa apa yang dilakukan Hizbullah yaitu ingin membunuh dirinya merupakan satu kesalahan besar.

"Upaya yang dilakukan oleh Hizbullah proksi Iran untuk membunuh saya dan istri saya hari ini adalah kesalahan besar," kata Netanyahu.

Lantas, kapan Netanyahu akan membalas aksi Iran yang menghujani Israel dengan ratusan roket balistik.

Padahal, Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallan, telah berjanji untuk menanggapi serangan rudal Iran pada tanggal 1 Oktober dengan serangan yang mematikan, tepat dan mengejutkan.

Israel mungkin tidak akan melakukan aksi serangan terbuka ke Iran karena memperhitungkan dampak korban sipil yang bakal tak terelakkan.

Opsi yang ditempuh bisa saja pucuk pimpinan Iran, sama seperti mengejar pucuk pimpinan Hamas yang sudah terbunuh semuanya yaitu Hassan Nasrallah dan Yahya Sinwar.

Jean-Marc Rickli, Kepala Risiko Global di Pusat Kebijakan Keamanan Jenewa mengatakan, Israel kemungkinan akan menjadikan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai target.

Hal ini sangat mungkin mengingat Iran juga mendukung Hizbullah dalam menyerang kediaman Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Jean-Marc mengaitkan itu dengan pernyataan pemimpin Israel yang menuding Iran terlibat atas serangan terhadap kediamannya di Caesarea dapat berubah menjadi eskalasi besar.

"Jika kita melihat padanan Benjamin Netanyahu yang diserang oleh pesawat tanpa awak yang dianggap sebagai upaya pembunuhan... jika kita membandingkannya dengan Iran, target yang sah bisa jadi adalah pemimpin tertinggi," kata Jean-Marc kepada Al Jazeera.

Lanjut Jean-Marc mengungkapkan Israel berusaha membangun pencegahan terhadap proksi dan pengganti Iran di wilayah tersebut, tidak hanya Hizbullah tetapi juga Houthi dan kelompok lainnya.

"Israel memberi sinyal bahwa mereka siap untuk menerapkan apa yang telah mereka lakukan dengan Hamas dan apa yang telah mereka mulai lakukan dengan Hizbullah-yaitu memenggal kepala gerakan-gerakan ini terlebih dahulu-dan kemudian mencoba menetralisir gerakan-gerakan ini," beber Jean-Marc.

Diketahui, Hizbullah meluncurkan drone ke kediaman Netanyahu, Sabtu (19/10) bersamaan serangan besar-besaran ke Lebanon.

Badan Pertahanan Sipil Gaza mengklaim, operasi militer Israel itu menewaskan lebih dari 400 orang dalam dua minggu di wilayah utara, tempat Israel terus menyerang target militan saat memerangi Hizbullah di Lebanon.

Hamas, Hizbullah, dan kelompok sekutu yang didukung Iran di wilayah tersebut telah berjanji untuk terus bertempur melawan pasukan Israel yang telah membunuh Yahya Sinwar.

Artikel Lainnya