Nasional

Menteri Agama, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.: Kaget dan Tak Pernah Membayangkannya

Oleh : very - Selasa, 29/10/2024 12:55 WIB


Prof. Nasaruddin Umar Menteri Agama. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.IDBerbeda dengan menteri-menteri lain yang mungkin sudah mengetahui bahwa mereka akan dipanggil oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara, Prof. Nasaruddin Umar justru merasa terkejut.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengisahkan bahwa ia tidak menyangka akan dimintai oleh Presiden Prabowo untuk membantu kabinetnya.

"Saya kaget, tidak pernah membayangkan. Baru saja dari Al-Azhar menandatangani MoU, tiba-tiba saya mendapat undangan dari Presiden terpilih, Pak Prabowo, untuk membantu beliau dalam kepemimpinan ini," ungkap Nasaruddin di Kertanegara, Senin (14/10/2024).

Mantan Wakil Menteri Agama di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini harus melalui berbagai proses sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Agama pada Senin (21/10/2024).

Setelah dilantik, ulama asal Sulawesi Selatan ini langsung mengikuti malam puncak Hari Santri 2024 yang digelar oleh Kementerian Agama di Jakarta, di mana juga hadir Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i yang baru saja dilantik.

Di hadapan ratusan santri, Menag Nasaruddin menekankan pentingnya menjadi pribadi yang kuat dan dapat dipercaya. “Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau pekerjakan adalah orang yang kuat dan dapat dipercaya," pesan Menag di Jakarta, Senin (21/10/2024).

Menag juga mengungkapkan bahwa santri adalah pribadi yang hebat dan kuat. Salah satu buktinya adalah resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asyari, yang menggerakkan santri pesantren dan warga bangsa untuk berjihad serta berjuang membela negara dari ancaman penjajah.

"Jihad melawan penjajah adalah fardu ain. Anak kecil sampai nenek-nenek wajib hukumnya membela tanah air ini. Dengan membaca sejarah saat itu, pengaruh pondok pesantren sangat penting bagi kita semua," ujarnya.

 

Profil Nasaruddin Umar

Nasaruddin Umar lahir pada 23 Juni 1959 di Ujung, Dua Boccoe, Bone, Sulawesi Selatan. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Ujung-Bone pada tahun 1970. Gelar sarjana muda diraihnya dari Fakultas Syari`ah IAIN Alauddin Ujung Pandang pada 1980, dan Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) dari fakultas yang sama pada 1984.

Ia kemudian menyelesaikan program S2 (tanpa tesis) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1990-1992, serta program S3 (alumnus terbaik) dengan disertasi tentang "Perspektif Jender Dalam Al-Qur`an" pada tahun 1993-1998.

Pada 1993-1994, ia terpilih sebagai salah satu mahasiswa dalam program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada, dan juga sempat menjalani program PhD di Universitas Leiden, Belanda. Pada masa pemerintahan SBY, Nasaruddin diangkat sebagai Wakil Menteri Agama periode 2011-2014, menjadikannya pejabat menteri agama pertama di Indonesia.

Ia adalah pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog Antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam. Selain itu, Nasaruddin juga merupakan anggota Tim Penasihat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Nasaruddin adalah Guru Besar dalam bidang Tafsir di Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 12 Januari 2002. Ia juga menjabat sebagai Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk masa bakti 2022-2027. *

Artikel Lainnya