Nasional

Delegasi Politeknik STIA LAN Jakarta Bahas Tantangan Pengembangan Kompetensi ASN di Tiga Negara

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 07/11/2024 12:30 WIB


Brasília, INDONEWS.ID – Dalam rangkaian kunjungan di Brazil, delegasi Politeknik STIA LAN Jakarta berpartisipasi dalam diskusi meja bundar bertajuk “Challenges of Training Public Bureaucracy in Brazil, Colombia, and Indonesia: Instruments, Values, and Equity.”

Acara yang berlangsung di Auditório Verde, Fakultas Ekonomi, Administrasi, Akuntansi, dan Ilmu Pengetahuan Informasi (FACE) di University of Brasília ini dimoderatori oleh Prof. Rosana Boullosa.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah pakar pemerintahan dari Brazil, Kolombia, dan Indonesia untuk membahas tantangan dan strategi dalam pelatihan aparatur sipil negara (ASN) di masing-masing negara.

Prof. Dr. Nurliah Nurdin dari Politeknik STIA LAN Jakarta hadir sebagai pembicara utama yang mewakili Indonesia, di samping Prof. Andres Hernandez Quinonez dari Uniandes Cider Kolombia, dan Alexandre Gomide dari ENAP Brazil.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Nurliah menyoroti upaya Indonesia dalam meningkatkan kompetensi ASN melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi. Sementara itu, Kolombia membahas pentingnya nilai etika dalam pelatihan birokrasi, dan Brazil menekankan pada aspek inklusivitas dalam program pelatihan ASN mereka. Diskusi ini membuka wawasan tentang pendekatan unik setiap negara dalam menghadapi tantangan pelatihan ASN.

Forum ini juga melibatkan para discussants yang turut memperkaya diskusi, yaitu Karin Vieira da Silva dan Paula Schommer dari Santa Catarina State University (UDESC), Tatiana Sandim dari ENAP, dan Flávia Schmidt dari Comptroller General of the Union (CGU) Brazil.

Prof. Nurliah menyampaikan bahwa acara ini sangat penting dalam mempererat kerja sama antarnegara dan saling berbagi strategi efektif dalam membangun birokrasi yang profesional.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kapasitas ASN di Indonesia, dengan mengintegrasikan praktik terbaik dari Brazil dan Kolombia dalam memperkuat instrumen pelatihan, nilai-nilai moral, dan kesetaraan dalam pemerintahan,” ungkapnya. Forum ini menjadi landasan untuk kerjasama yang lebih erat antara ketiga negara dalam pengembangan kompetensi ASN.

Artikel Lainnya