Olah Raga

Raih Medali Emas Nomor Lead di World Climbing Series Praha 2026, Tri Ramadani Harumkan Bangsa

Oleh : donatus nador - Senin, 08/06/2026 21:38 WIB


Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani berhasil meraih medali emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series seri Praha 2026.

Jakarta, INDONEWS.ID--Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani berhasil meraih medali emas panjat tebing nomor lead di World Climbing Series seri Praha 2026.

Dengan raihan ini, Putra Tri Ramadani menjadi atlet tanah air pertama yang mampu mendapatkan medali emas sekaligus mengharumkan bangsa Indonesia di mata dunia.

Untuk meraih posisi pertama, Putra harus bersaing dengan tujuh pemanjat elite dunia pada final di Praha.

Mereka adalah Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida yang ketiganya dari Jepang.

Kemudian ada nama Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dan Italia, serta Jakob Schubert dari Austria.

Suzuki meraih medali perak dengan skor 39, sedangkan Schubert membawa pulang medali perunggu setelah mencetak skor 37.

Pada babak final di Ceko, atlet asal Jawa Timur itu tampil impresif dengan membukukan skor 43 untuk menundukkan para pesaingnya, sekaligus memastikan diri berdiri di podium tertinggi. 

Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final disiplin lead World Climbing Series Praha 2026.

Sebelumnya, pada September 2025, Putra sempat menembus final lead putra World Climbing Series Koper, Slovenia.

Namun saat itu dia hanya menempati peringkat keenam dengan skor 40+. Namun kali ini skornya naik signifikan.

Menjadi juara dunia merupakan prestasi puncak seorang atlet. Pencapaian itu diraih Putra, yang akrab disapa Srondeng, pada seri Praha 2026, Ceko, Senin dini hari WIB.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra.

Dia menegaskan, emas tersebut menjadi tambahan motivasi untuk semakin berprestasi guna mengharumkan nama bangsa dan negara.

Putra mengakui bahwa masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar penampilannya lebih konsisten dalam kompetisi level dunia.

Dia menyatakan, jalur yang disiapkan pada babak final memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga menuntut fokus serta daya tahan tubuh yang kuat.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," tutupnya.

Artikel Lainnya