Nasional

Mas Pram Terima Roti Buaya dari Warga Pasar Minggu: Simbol Keharmonisan dan Komitmen Lestarikan Budaya Betawi

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 19/11/2024 18:24 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menerima roti buaya khas Betawi dari Ibu Ervina selaku Ketua RW 001, yang mewakili warga Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu.

Pemberian roti buaya ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga simbol kebudayaan Betawi yang kaya, serta harapan agar Jakarta semakin maju dengan kearifan lokal yang terus dilestarikan.

Penyerahan roti buaya dilakukan di wilayah Kemuning, Pasar Minggu yang menjadi sentra pembuatan roti buaya pada Senin (17/11/24) itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Pramono Anung tampak antusias menerima roti buaya yang diserahkan langsung oleh Ibu Ervina, sebagai bagian dari tradisi Betawi yang penuh makna.

Roti buaya sendiri memiliki nilai simbolis, di mana bentuk roti yang menyerupai buaya ini biasanya diberikan dalam acara pernikahan sebagai doa agar pasangan pengantin selalu langgeng, serta menjadi simbol kekuatan dan ketahanan.

Pramono, yang didampingi sejumlah tim relawan dan warga setempat, dengan senang hati menerima pemberian itu. Ia mengungkapkan bahwa roti buaya ini adalah simbol kedekatannya dengan budaya Betawi yang menjadi bagian integral dari identitas Jakarta.

Sementara itu, Ibu Ervina, Ketua RW 001 Kelurahan Pejaten Timur, menyatakan bahwa pemberian roti buaya ini adalah bentuk dukungan masyarakat terhadap Pramono Anung yang mereka nilai dapat membawa perubahan positif bagi Jakarta.

“Roti buaya ini adalah bentuk doa dan harapan kami agar Jakarta ke depan lebih baik, lebih maju, dan tetap menjaga keberagaman serta kearifan lokalnya,” kata Ibu Ervina.

Pasar Minggu, khususnya daerah Kemuning, memang dikenal sebagai sentra pembuatan roti buaya. Setiap tahunnya, warga di sekitar Pasar Minggu tidak hanya membuat roti buaya untuk keperluan pribadi, tetapi juga untuk berbagai acara adat dan tradisi Betawi.

Roti buaya sendiri terbuat dari adonan tepung yang dipanggang hingga berbentuk menyerupai buaya, lalu dihias dengan berbagai dekorasi agar tampak lebih menarik.

Pramono Anung yang merupakan calon gubernur yang berasal dari Jawa Tengah, tetapi memiliki ikatan kuat dengan budaya Betawi, mengungkapkan bahwa keberagaman budaya seperti ini adalah kekuatan Jakarta yang harus dijaga.

Jakarta adalah kota yang multikultural, tempat berkumpulnya berbagai suku dan budaya. Ini adalah kekuatan terbesar yang harus kita pelihara dan bangun bersama-sama. Tambahnya.

Momen ini diakhiri dengan suasana yang hangat, penuh canda tawa, dan kebersamaan antara Pramono Anung, warga setempat, serta tim relawan. Roti buaya yang diberikan menjadi lebih dari sekadar simbol budaya, tetapi juga lambang dari hubungan yang erat antara calon pemimpin dengan masyarakat Jakarta yang beragam.

Seiring dengan semakin dekatnya pemilihan gubernur Jakarta, acara seperti ini menjadi penting untuk menunjukkan kedekatan para calon dengan masyarakat, serta tekad mereka untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembangunan kota.

 

Artikel Lainnya