Olah Raga

PSSI Surati AFC dan FIFA, Minta Pertandingan Lawan Bahrain Digelar di SUGBK

Oleh : donatus nador - Jum'at, 22/11/2024 20:44 WIB


PSSI hingga saat ini tetap berusaha agar pertandingan Timnas Indonesia versus Bahrain tetap diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Foto dok/PSSI

Jakarta, INDONEWS.ID - PSSI hingga saat ini tetap berusaha agar pertandingan Timnas Indonesia versus Bahrain tetap diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, pihaknya sudah mengirim permintaan kepada FIFA dan AFC agar laga kandang yang diagendakan 25 Maret 2025 tetap digelar SUGBK.

Untuk meyakinkan FIFA dan AFC, dalam surat yang dilayangkan PSSI itu disebutkan dua pertandingan yang berjalan kondusif.

Yaitu pertandingan melawan Jepang pada 15 November, di mana meskipun Timnas Garuda mengalami kekalahan, suasana tetap kondusif.

Demikian juga saat melawan Arab Saudi pada Selasa (19/11), situasi tetap aman kendati fans Timnas mengalami eforia menang 2-0 atas tim tamu.

Erick Thohir mengatakan bahwa suasana aman dua laga tersebut merupakan bukti bahwa Indonesia bisa jadi tuan rumah yang memuliakan tamunya.

"Bagaimana kita kasih lihat kemarin pertandingan lawan Arab Saudi dan Jepang," ujar Erick Thohir kepada media dikutip Jumat (22/11).

PSSI, kata dia, sudah membuktikan dirinya bisa menjaga keamanan dan kenyamanan tim tamu selama mereka berada di Indonesia, terutama saat di stadion.

Dengan suasana kondusif itu, suporter lawan pun antusias menikmati pertandingan di SUGBK dan aman sampai pulang ke rumah.

"Suporter mereka aman karena suporter Indonesia ini suporter yang hebat. Suporter kita menghargai bangsa lain," tandanya.

Sekadar diingat, laga Timnas Indonesia vs Bahrain pada pertandingan lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Kamis (10/10) malam itu sarat dengan kontroversi.

Hasil imbang 2-2 jadi kontroversi karena keputusan wasit Ahmed Al-Kaf yang tidak mengakhiri laga sampai Bahrain mendapatkan gol penyeimbang. Keputusan itu dikecam oleh warganet Indonesia.

Kecaman juga sampai ke akun-akun sosial media milik Bahrain dan AFC. Menanggapi kerasnya reaksi fans Timnas Garuda, Bahrain langsung meminta laga kedua di Jakarta untuk dipindah di luar Indonesia.

Permintaan tersebut langsung disampaikan ke FIFA dan AFC dan mendapat tanggapan serius. Namun, hingga kini AFC belum merilis venue resmi untuk pertemuan kedua Timnas Indonesia vs Bahrain.

Selagi belum ditentukan tempat bentrok kedua tim, PSSI melayangkan surat dengan permintaan pertandingan tetap digelar di SUGBK.

Menurut Erick, hal yang wajar jika terjadi kecurangan dalam pertandingan, ada respons dari fans. "Kalau dicurangin kan ngambek tapi itu kan semua bangsa,” lanjutnya.

Mantan Presiden Inter Milan tersebut langsung meminta kepada FIFA dan AFC untuk menolak surat permintaan Bahrain.

Keberhasilan PSSI menggelar laga lawan Jepang dan Arab Saudi tanpa gangguan sedikitpun dinilai jadi bukti shahih untuk FIFA dan AFC.

“Jadi kemarin suporter Jepang bawa anak dan istri semua aman. Dari Arab Saudi mungkin kaget-kaget sedikit karena hujan, tapi dia senang," tandanya.

"Jadi kita pastikan surat yang Bahrain bilang selayaknya dipindah ya kita tanda tanya. Tapi tentu FIFA dan AFC sudah melihat dan saya dengan segala kerendahan hati memohon FIFA dan AFC melihat fakta bukan melihat dari sisi yang lain,” sambungnya.

Artikel Lainnya